BMKG Imbau Pengelola PLTA Antisipasi Lonjakan Beban Selama El Nino
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari
Bupati Gunungkidul Sunaryanta serahkan sertifikat sekolah. Antara/ist-Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Gunungkidul terus diupayakan, salah satunya melalui penyelenggaraan Purna Wiyata dan Expose Hasil Belajar Pendidikan Non formal 2023/2024, yang dimotori oleh Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Kabupaten Gunungkidul.
Ketua Forum Komunikasi PKBM Gunungkidul Tugino di Gunungkidul mengatakan jumlah satuan pendidikan nonformal di Kabupaten Gunungkidul saat ini berjumlah 27 satuan dengan 26 PKBM dan 1 SKB.
"Dan jumlah peserta didik pada tahun 2023-2024 sebanyak 28 peserta didik yang sebagian besar hampir 70 persen berusia di atas 25 tahun," kata Tuginom, Senin (24/6/2024).
Ia mengatakan kelulusan dari pendidikan kesetaraan saat ini berjumlah 534 peserta didik yang terdiri dari 459 lulusan paket C setara SMA, 72 lulusan Paket B setara SMP, dan 4 lulusan paket A setara SD.
"Harapannya kami bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia Kabupaten Gunungkidul, khususnya di rata-rata lama sekolah, karena menurut rilis dari BPS lama sekolah di Gunungkidul itu baru 7 tahun dan ini masih sangat rendah dibanding teman-teman di kabupaten kota," katanya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyerahkan secara langsung ijazah serta beasiswa kepada penerima, dan juga mengucapkan selamat atas kelulusannya, dalam acara bertema Greget Anggaguh Budi Luhur ini.
"Tentu untuk wisudawan, pendidikan sangat penting dan dibutuhkan terlebih di era transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, tingkat pendidikan di Gunungkidul sampai saat ini untuk tamatan SD saja masih di angka 60 persen, tetapi di beberapa wilayah atau daerah bahkan ada yang mencapai 65 persen," katanya.
Dilihat dari keterampilan dan pengalaman kerjanya, bupati meyakini terhadap kemampuan para wisudawan.
"Saya yakin kalau yang ada di depan saya ini untuk pengalaman sudah luar biasa, tetapi juga di sisi lain dihadapkan persyaratan sehingga kita juga harus memenuhi persyaratan tersebut meskipun secara review kalian memiliki keterampilan yang sudah kalian miliki," kata Sunaryanta. Acara wisuda tersebut diikuti lulusan peserta didik perwakilan dari 19 satuan pendidikan di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari
Polisi masih menyelidiki penyebab meninggalnya taruna Akpol Semarang berinisial AMM yang ditemukan terluka di kompleks pendidikan Akpol.
Dinsos Bantul menargetkan setiap pendamping PKH meluluskan 24 KPM dari bansos pada 2026 untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
Belanja gaji pegawai Pemkab Sleman 2027 turun menjadi Rp787,97 miliar. BKAD mewaspadai TPP terdampak jika target PAD tidak tercapai.
Pemerintah memastikan pemisahan anggaran BGN dari fungsi pendidikan mulai diterapkan pada penyusunan APBN 2028 sesuai putusan MK.
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.