Hasto Buka Kanal Aduan Warga untuk Laporkan Dugaan Pungli
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta warga melaporkan dugaan pungli dan premanisme melalui JSS maupun kanal pengaduan lainnya.
Salah satu sudut Pasar Lintas Zaman sebagai bagian dari rangkaian Gelar Seni Pertunjukan Rakyat di ISI JOGJA, Kamis (27/6/2024)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Alumni Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja kembali menyelenggarakan Gelar Seni Pertunjukan Rakyat (Gesper) 2024. Dalam penyelenggaraannya kali ini juga dibarengi dengan pembentukan Perkumpulan Seni Lintas Zaman.
Ketua Perkumpulan Seni Lintas Zaman, Wibowo menyampaikan tahun ini menjadi momen bersejarah bagi usia seperempat abad Gesper dengan didirikannya Perkumpulan Seni Lintas Zaman yang akan menjadi ruang koordinasi serta manajemen yang lebih luas.
Dia juga berharap Perkumpulan Seni Lintas Zaman mampu memunculkan program kreatif dengan mengoptimalkan potensi jejaring kolaborasi. "Perkumpulan Seni Lintas Zaman berdedikasi untuk menciptakan sistem manajemen dari kolaborasi seni dan budaya kerakyatan Indonesia. Melalui berbagai ide program kreatif berupaya untuk menghubungkan berbagai generasi dan komunitas untuk saling bahu membahu berproses kolaborasi melalui ragam kesenian rakyat,” ujarnya saat ditemui di ISI Jogja, Kamis (27/6/2024).
Dia menuturkan Gesper merupakan wujud kolaborasi yang lahir dari ide dan inisiatif mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Jogja. Awalnya, pada 1999, Gesper pertama kalinya digelar dengan semangat kreatif berbasis ruang komunal di dalam kampus. Acara tersebut digagas untuk mendekatkan ekspresi seni pada masyarakat Jogja, khususnya di sekitar Sewon, Bantul.
“Dengan bekal semangat bermasyarakat, ide-ide kreatif terus bermunculan untuk mengembangkan gelaran kolaborasi seni pertunjukan. Terbukti pada tahun 2000 Gesper berhasil menciptakan peristiwa Gelar Seni Rakyat di dalam kampus yang menjadi semangat utama Gesper,” ujarnya.
Di tahun-tahun berikutnya, Gesper menjadi agenda tahunan dari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Jogja yang mengiringi peringatan Dies Natalis ISI Jogja setiap tahunnya.
Dia menuturkan agenda kolaborasi Gesper sempat mengalami kemandekan. Namun, jika dihitung sejak pertama kalinya digelar pada 1999, eksistensi Gesper masih ada dalam rentang 25 tahun. “Seperempat abad bukan waktu sebentar, dalam merawat semangat bermasyarakat di dalam ruang akademik sebuah kampus,” ujarnya.
Kemudian Gesper menjadi ruang jejaring alumni yang terjalin secara kultural dan menyebar di setiap wilayah di Indonesia. Tidak hanya alumni saja, setiap orang yang terlibat dalam kesenian ISI Jogja secara organik melibatkan diri ikut serta menyukseskan setiap gelaran Gesper.
“Untuk menghimpun jejaring yang tersebar di berbagai wilayah tersebut dan bertepatan dengan momentum 25 tahun Gesper sejak memulai langkah awalnya, didirikanlah Perkumpulan Seni Lintas Zaman, dengan spirit membangun sistem manajemen kolaborasi untuk menghimpun potensi jejaring seni lintas zaman yang tersebar di berbagai wilayah,” ujarnya.
Dia menuturkan Gesper 2024 merupakan peristiwa seni pertunjukan yang berperan sebagai salah satu wadah mengapresiasi, mempromosikan, dan melestarikan seni pertunjukan rakyat Indonesia.
“Acara ini memainkan peran penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas serta menciptakan ruang bagi para seniman dan komunitas seni untuk berbagi karya-karya mereka,” ujarnya.
Dia menuturkan tema Gesper tahun ini dimaksudkan untuk memberikan wadah pertemuan bagi setiap alumni serta jejaring kultural ISI Jogja secara luas untuk menghimpun semangat dan mendiskusikan lebih serius terkait dengan tantangan masa depan seni pertunjukan di Indonesia.
Sementara Ketua Panitia Gesper 2024, Nursuasto Radityo mengajak masyarakat Jogja dan sekitarnya hadir dan berpartisipasi secara aktif dalam mengapresiasi seluruh rangkaian acara Gesper 2024.
Dia berharap masyarakat Jogja dapat saling mengisi ruang-ruang perjumpaan kebudayaan yang akan digelar pada momen tersebut. Menurutnya untuk melestarikan kesenian rakyat dibutuhkan kolaborasi penuh dari berbagai lapisan masyarakat. "Kami mencoba untuk menghidupkan kembali semangat kolaborasi, yang semoga kedepannya bisa menjadi ajang silaturahmi dan pestanya seni pertunjukan rakyat di Nusantara." ujarnya.
BACA JUGA: Pasar Kreatif Digelar di Bundaran Kampus ISI Jogja
Gesper 2024 diselenggarakan dengan mengangkat tajuk Bhinneka Tunggal ISI Maju Tak Mundur. Gesper kali ini digelar di Gedung Rektorat lama ISI Jogja pada 27-29 Juni 2024.
Gesper 2024 akan dibuka dengan Pasar Lintas Zaman yang menghadirkan UMKM seni dan UMKM masyarakat sekitar. Pasar tersebut diharapkan akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati dan membeli berbagai produk seni, kerajinan, serta kuliner lokal yang khas.
Rangkaian acara Gesper 2024 di antaranya reuni akbar FSP ISI Jogja, sarasehan lintas zaman, kirab lintas zaman, pasar lintas zaman, workshop seni, donor darah, demo seni kriya, dan pertunjukan. Pertunjukan musik yang akan ditampilkan di antaranya Sirkus Barock, Iksan Skuter, Kukuh Kudamai, Nyi Ageng Ethnic, Sri Rejeki.
Kemudian pertunjukan kontemporer yang akan ditampilkan antara lain Anterdans, Dingklik Sindhen,Pragina Gong, Sanggar Seni Kinanti Sekar, Angguk Kembang Kasih, Jathilan Kulonprogo, dan Wayang Ki Kenci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta warga melaporkan dugaan pungli dan premanisme melalui JSS maupun kanal pengaduan lainnya.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.