Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Foto ilustrasi siswa SMA - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY meminta sekolah yang daya tampungnya selalu tidak memenuhi target saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk mengurangi jumlah rombongan belajar atau rombel.
Kepala Dikpora DIY Didik Wardaya mengatakan, berdasarkan pantauannya sehari sebelum pengumuman PPDB SMAN 2024 masih ada sejumlah sekolah yang daya tampungnya belum memenuhi target. Sekolah-sekolah tersebut, kata Didik, pada tahun sebelumnya juga mengalami hal serupa dan tahun ini kembali terulang.
BACA JUGA: PPDB Rampung, 4 Sekolah Negeri di Kulonprogo Daya Tampungnya Tak Terpenuhi
"Ada tiga sekolah saya pantau kemarin malam yang belum mencapai target daya tampungnya yakni SMAN 1 Rongkop, Gunungkidul; SMAN 1 Kokap, Kulonprogo dan SMAN 1 Samigaluh, Kulonprogo," kata Didik, Jumat (28/6/2024).
Dia menyebut, tahun lalu calon murid yang mendaftar ke sekolah itu juga minim. Hal itu disebabkan daya tampung yang dirancang oleh sekolah tidak sesuai dengan jumlah populasi murid di daerah masing-masing, sehingga daya tampung tak kunjung terpenuhi.
"Evaluasinya ke depan mungkin harus mengurangi rombel juga bisa. Karena setiap tahun mengalami kekurangan terus kalau yang lain relatif penuh," jelasnya.
Menurutnya, beberapa calon murid yang masuk dan terdaftar ke sekolah itu sebelumnya juga sudah terlempar dari sekolah lain lantaran nilai atau jarak yang tidak memenuhi kriteria di sekolah pilihan di atasnya. Meski sudah ada calon murid yang terlempar dari sekolah lain, tapi daya tampung ketiga sekolah itu belum juga terpenuhi.
"Sesuai dengan tahapan dan aturan PPDB 2024 kami memang membuat seleksi ulang bagi sekolah yang daya tampungnya belum terpenuhi. Itu nanti di tanggal 5 Juli tahap pendaftar pemenuhan bangku kosong. Sistemnya online dan khusus diberikan pada siswa yang pernah mendaftar dan belum dapat sekolah," ujarnya.
Di sisi lain, Didik menyebut pelaksanaan PPDB SMAN/SMKN 2024 di wilayahnya secara umum berlangsung cukup lancar meskipun ada gangguan teknis saat awal penyelenggaraannya, tapi semuanya dapat dikendalikan dan tidak sampai berpengaruh signifikan terhadap jalannya PPDB.
"Kemudian terkait dengan pemahaman masyarakat sekarang sudah lumayan optimal mendapat informasi soal PPDB, tidak ada lagi masyarakat yang seperti daerah lain itu sampai gaduh sekali pelaksanaan PPDB-nya," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
DPRD DIY soroti dokumen renovasi Mandala Krida yang belum lengkap. MC-0 dan DED 2026 terancam tertunda.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.
DPRD DIY ungkap irigasi rusak, petani kesulitan air, hingga alih fungsi lahan yang ancam ketahanan pangan.