Pakar UGM Ungkap Stres Jadi Pemicu Dominan Penyakit Autoimun
Pakar UGM menjelaskan autoimun dipengaruhi genetik dan lingkungan. Stres, kelelahan, serta paparan matahari berlebih dapat memperparah kondisi.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono (kiri)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepastian kapan beroperasinya Tol Jogja-Solo langsung dijawab oleh Menteri Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. Dalam kunjungannya di UGM, Jumat (28/6/2024), Basuki mengungkapkan sebagian ruas Tol Jogja-Solo kemungkinan akan beroperasi pada Juli ini.
Ruas Tol Jogja-Solo yang akan diresmikan pada Juli membentang sepanjang 23 kilometer. Rinciannya, ruas yang diresmikan mulai dari Kartasura di sisi timur hingga Klaten.
Adapun ruas yang diresmikan ini nyaris identik dengan panjang jalur fungsional yang dibuka saat lebaran tahun ini. Kala itu jalur fungsional Tol Jogja-Solo dibuka 22 kilometer dari Gerbang Tol (GT) Colomadu hingga Gerbang Tol (GT) Ngawen, Klaten. "Kalau Solo-Jogja ini mudah-mudahan Juli ini sampai Klaten bisa kita operasikan resmikan 23 km," tegas Basuki ditemui usai pelepasan KKN di UGM pada Jumat.
BACA JUGA: Proyek Tol Dijadwalkan Masuk Ring Road Juni, Dishub Sleman Prediksi Dua Jalur Terdampak
Secara umum, ruas Tol Jogja-Solo Seksi 1 Kartasuro-Purwomartani terdiri dari dua paket. Seksi 1 Paket 1.1 Kartasuro-Klaten sepanjang kurang lebih 23 kilometer. Sedangkan Seksi 1 Paket 1.2 Klaten-Purwomartani dengan panjang sekitar 20 kilometer.
Dijelaskan Basuki peresmian ruas-ruas tol per penggal ini lumrah diterapkan hampir di semua proyek tol. Pembukaan dan peresmian ruas-ruas dilakukan bertahap tak langsung utuh. "Ya semua kan, tol-tol semua kan enggak nunggu selesai semua pasti bertahap, Cibitung, Cilincing berapa, ya mana yang selesai dulu itu yang diresmikan," ungkap Basuki.
Pengoperasian per penggal semacam ini juga tak lepas dari proyek tol sendiri yang bagian dari investasi. Selain itu peresmian pada penggal ruas yang sudah rampung juga dapat mempercepat masuknya revenue. “Karena itu investasi. kalau enggak diresmikan enggak dioperasikan dia [proyek tol] enggak punya revenue," tegasnya.
Alasan ini pula yang membuat peresmian tol dilakukan antargerbang tol satu dengan gerbang tol lainnya. "Jadi setiap gate to gate kita, pintu ke pintu kita bisa operasikan, ini [Tol Jogja-Solo] cukup panjang 23 km."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar UGM menjelaskan autoimun dipengaruhi genetik dan lingkungan. Stres, kelelahan, serta paparan matahari berlebih dapat memperparah kondisi.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.