Empat Dapur MBG Sleman Disuspend, Ini Penjelasan Satgas
Empat SPPG MBG di Sleman berstatus suspend per 3 Agustus 2026. Tiga menjalani renovasi, satu terkendala administrasi.
Kepala SMKN 3 Wonosari, Dwi Retno Wahyuningsih menjelaskan soal dugaan penahanan ijazah oleh instansinya di SMKN 3 Wonosari, Gunungkidul, Senin (1/7/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebuah video pengakuan mantan siswa SMK Negeri (SMKN) 3 Wonosari ihwal penahanan ijazah viral di media sosial, Minggu, (30/6/2024).
Dalam video tersebut, mantan siswa bernama Orri Setiawan tersebut menyampaikan belum dapat mengambil ijazah, karena ada kekurangan pembayaran sumbangan pendidikan.
Pernyataan Orri dalam video tersebut nyatanya berbeda dengan yang ia sampaikan kepada wartawan. Dia mengaku adanya miskomunikasi antara Orri dengan SMKN 3 Wonosari.
Sebelum pihak sekolah datang ke rumahnya, Orri mengaku tidak mengetahui bahwa syarat pengambilan ijazah dapat dilakukan tanpa kewajiban membayar iuran sumbangan yang dilakukan di awal dia masuk sekolah.
“Ijazah memang sudah satu tahun di sekolah. Memang saya belum mengambil, karena saya pikir saya belum bisa melunasi uang [uang sumbangan sukarela] dari komite-komite itu [komite sekolah]. Tetapi ternyata memang tidak ada pembayaran apapun,” kata Orri dihubungi, Senin (7/1/2024).
Ihwal informasi pihak sekolah yang meminta sejumlah uang untuk menebus ijazah juga ditampiknya.
Mei 2024, Orri memang meminta bantuan kepada Ketua Lembaga Peduli Peduli Pendidikan Gaza Gunungkidul, Krisyanto untuk mengambilkan ijazah tersebut. Pada Minggu (30/6/2024), Krisyanto datang ke rumahnya lalu mengambil video yang kemudian viral itu.
“Sebenarnya kemarin iya [Krisyanto] minta Rp 1 juta untuk menguruskan ijazah. Dia bilang ‘kamu minta Rp1 juta, nanti yang selebihnya saya bantu’. Tetapi saya tidak punya uang, akhirnya saya batalkan,” katanya.
Orri kecewa dengan beredarnya video dia di media sosial. Padahal, dia mengira video tersebut hanya akan dikirim oleh Krisyanto ke SMKN 3 Wonosari.
Ketua Lembaga Peduli Peduli Pendidikan Gaza Gunungkidul, Krisyanto menampik bahwa dia meminta uang Rp1 juta kepada Orri untuk membantu mengambilkan ijazah. “Waktu saya ketemu dengan anak itu, saya bilang, ‘kira-kira mampumu berapa dik? Kalau Rp1 juta ya dibayarkan saja, mungkin ijazah bisa dikeluarkan. Itu belum terjadi, dan saya tidak menerima uang apapun dari itu,” kata Krisyanto.
BACA JUGA: ORI DIY Masih Mendapat Aduan Penahanan Ijazah
Kepala SMKN 3 Wonosari, Dwi Retno Wahyuningsih menegaskan pihaknya tidak pernah menagih uang sebagai biaya tebus ijazah. Tidak ada penahanan ijazah.
“Kami tidak pernah menagih kepada siswa sekalipun sampai lulus tidak merealisasikan sumbangannya. Ada juga anak yang tidak menyelesaikan sumbangan tapi ijazahnya sudah diambil, kami punya datanya juga,” kata Retno.
Pada Senin, pihak sekolah telah menyerahkan ijazah itu ke orang tua Orri tanpa biaya apapun. Retno mengimbau agar orang tua/wali siswa dapat berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah berkaitan dengan proses pengurusan ijazah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat SPPG MBG di Sleman berstatus suspend per 3 Agustus 2026. Tiga menjalani renovasi, satu terkendala administrasi.
Dinpar Kota Jogja mendorong hotel, restoran dan usaha wisata mengelola sampah mandiri melalui PARAMITA demi pariwisata berkelanjutan.
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan penanganan ODOL dilakukan dari hulu hingga hilir dengan ETLE Hub untuk mencapai zero ODOL pada 2027.
The 1O1 Yogyakarta Tugu kembali menggelar 12th Anniversary THE 1O1 Yogyakarta Tugu: Sketch Tour Kotagede dengan mengangkat kawasan Kotagede sebagai objek
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Matheus Fornazari langsung mencetak gol perdana untuk PSS Sleman. Pengalaman di Liga Thailand membuat adaptasinya berlangsung cepat.