Belanja APBD Sleman Baru 31 Persen, Harga BBM Hambat Proyek Fisik
Realisasi belanja APBD Sleman hingga Mei 2026 baru mencapai 31,22 persen. Fluktuasi harga BBM menjadi salah satu penyebab lambatnya pelaksanaan proyek fisik.
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto berharap pembangunan jalan baru pengganti ruas Hargomulyo–Watugajah di Tanjakan Clongop, Kalurahan Watugajah segera rampung. Pasalnya, jalan tersebut akan berdampak terhadap perekonomian warga baik DIY maupu Jawa Tengah.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto mengatakan pembanguan jalan baru tersebut akan sangat bermanfaat, karena dapat memotong biaya pengeluaran perjalanan. “Kalau ada kendaraan pengangkut itu lewat Tanjakan Clongop bisa dua kali angkut lewat sana. Berbeda kalau jalan baru nanti sudah jadi, mereka bisa sekali angkut. Cost-nya jadi berkurang,” kata Eko, Senin (7/1/2024).
Eko menambahkan banyak warga Jawa Tengah yang masuk ke Kabupaten Gunungkidul melalui Tanjakan Clongop utamanya ketika hari raya keagamaan dan tahun baru. Ke depan, mobilitas kendaraan akan semakin ramai menyusul pembukaan Tol Jogja–Solo. “Kalau pengendara yang turun dari tol itu mereka diarahkan lewat Tanjakan Clongop di maps-nya,” katanya.
Arus kendaraan yang semakin padat itu akan meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas jika Tanjakan Clongop masih digunakan. Eko mengakui jalur tersebut memang sering terjadi laka lantas. “Tanjakan Clongop itu kan tidak layak untuk jalur transportasi. Makanya dari hasil analisa di DPUP-ESDM DIY, keputusannya perlu jalan baru,” ucapnya.
BACA JUGA: Pembangunan Jalan Baru Pengganti Tanjakan Clongop Dimulai, Libur Natal Diperkirakan Dibuka
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Tri Murtoposidi menyampaikan bahwa jalan baru tersebut akan dilengkapi dengan 80 lampu penerangan jalan umum (LPJU).
Adapun proyek pembangunan yang akan mengganti ruas Hargomulyo–Watugajah ini diadakan untuk menghindarkan pengendara dari Tanjakan Clongop yang dikenal rawan kecelakaan lalu lintas. “Selain LPJU, ruas Hargomulyo–Watugajah juga akan dilengkapi patok pengarah, marka, dan rambu jalan,” kata Murtoposidi.
Guna membangun jalan baru, pihak penyedia jasa harus mengepras Bukit Clongop, Kalurahan Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul.
Kontrak pembangunan senilai Rp60 miliar itu akan berakhir pada akhir 2024. Adapun jalan existing yang masih akan dipakai hanya 500 meter dan ruas jalan ini akan langsung terhubung dengan jalan baru. Ujung ruas jalan Hargomulyo–Watugajah ada di sekitar Puskesmas Gedangsari II.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi belanja APBD Sleman hingga Mei 2026 baru mencapai 31,22 persen. Fluktuasi harga BBM menjadi salah satu penyebab lambatnya pelaksanaan proyek fisik.
Chapter Jogja Art Fair 2026 Tutup dengan Antusiasme Tinggi, Perluas Ruang Pertemuan Seniman dan Kolektor
Pabrik plasma darah Rp4 triliun di Karawang ditargetkan beroperasi 2027 untuk kurangi impor obat dan perkuat industri kesehatan.
Pemerintah siapkan Rp6,26 triliun untuk Program Magang Nasional dan pelatihan vokasi 2026, targetkan ratusan ribu peserta.Kata Kunci SEO
DPR usul gaji guru minimal Rp5 juta per bulan, respons pidato Prabowo soal kebocoran anggaran negara.
Prabowo sebut tahu dalang demo dibayar, soroti aksi tanpa tuntutan jelas dalam Penas KTNA 2026 di Gorontalo.