Parkir Lapangan Pemda Sleman Kini Berbayar, Akses Publik Disorot
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Seorang pekerja konstruksi sedang menunjukkan pembangunan salah satu ruas jalan pengganti ruas Hargomulyo – Watugajah, Kalurahan Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul, Jumat (14/6/2024). Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan jalan baru dengan mengepras Bukit Clongop, Kalurahan Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul telah dimulai sejak dua bulan lalu. Saat ini, progres pembangunan jalan baru yang memiliki nilai kontrak sekitar Rp60 miliar itu mencapai 14%.
Manajer Jalan PT Suradi Sejahtera Raya (SSR), Apri Novianto mengatakan proyek yang bernama pembangunan jalan pengganti ruas Hargomulyo – Watugajah ini diadakan untuk menghindarkan pengendara dari Tanjakan Clongop yang dikenal rawan kecelakaan lalu lintas.
“Kalau dikatakan jalan baru ini masuk ruas Tanjakan Clongop atau tidak, penamaan seperti itu saya kurang tahu,” kata Apri ditemui di Mess PT SSR, Kalurahan Watugajah, Jumat (14/6/2024).
Baca Juga: Tanjakan Clongop Gunungkidul Dinormalisasi Tahun Depan, Total Anggaran Rp64 Miliar
Apri menjelaskan jalan eksisting yang masih akan dipakai hanya 500 meter. Setelahnya, jalan eksisting terhubung dengan jalan baru hingga ujungnya di sekitar Puskesmas Gedangsari II.
Jalan eksisting yang telah digantikan itu nantinya, berkemungkinan ditutup, karena tidak dapat dilewat. Terdapat perbedaan ketinggian yang menyulitkan pengendara dari jalan eksisting untuk masuk ke jalan baru.
Kontrak pembangunan ini dilakukan hingga akhir tahun 2024. Meski begitu, jalan baru tersebut diperkirakan dapat digunakan pengendara/wisatawan ketika libur panjang Natal dan Tahun Baru.
“Sekarang itu kami masih tahap penggalian. Pekerjaan kami kebanyakan memotong tebing. Masih proses pemotongan,” katanya.
Jalan baru milik Provinsi DIY ini akan memiliki lebar 7,5 meter. Dua kendaraan roda empat dapat berpapasan. Pengaspalan akan dilakukan sekitar September 2024.Masuk awal tahun 2025, jalan baru itu masih berada dalam masa pemeliharaan hingga enam bulan setelahnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Anna Rina Herbranti mengatakan kontrak pembangunan yang dilakukan sejak Minggu (24/3/2024) itu akan membangun jalan sepanjang 2,5 kilometer. “Persisnya nilai kontrak pembangunan jalan ini Rp60.899.956.139,” kata Anna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.