Usulan Pemasangan Lampu Lalu Lintas di Sleman Mandek Sejak 2022
Usulan penambahan lampu lalu lintas di Sleman yang diajukan sejak 2022 belum ditindaklanjuti. Dishub fokus pada keselamatan dan manajemen lalu lintas.
Aktivitas wisata di Kawasan Pantai Timang di Kalurahan Purwodadi, Tepus. Foto diammbil beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul telah memiliki beberapa program kegiatan yang akan digelar di semester kedua 2024. Program ini akan menjadi cara mendongkrak kunjungan wisatawan. Pasalnya, tidak ada tanggal merah atau libur panjang hingga penghujung tahun ini.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan ada satu program yang telah selesai digelar yaitu Geoprak Night Specta 6.0 (GNS) pada Jumat – Sabtu, (28-29/6).
“GNS itu menjadi cara kami mengenalkan destinasi-destinasi wisata Gunungkidul. Kami akan meningkatkan promosi di sisa akhir tahun ini,” kata Supriyanta dihubungi, Selasa (2/7).
Selain GNS, ada juga Gunungkidul Tourism Fest (GTF) pada September 2024. Dalam GTF, Dispar akan menampilkan gelaran atraksi hingga pameran produk-produk kreatif Gunungkidul. Ada juga farm trip yang masuk dalam rangkaian GTF.
Tidak hanya itu, Dispar akan mengundang biro perjalanan dengan harapan mereka dapat membawa banyak wisatawan ke Gunungkidul. “Semacam table top,” katanya.
Acara table top, kata dia juga telah diselenggarakan pada Selasa, (2/7) oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Gunungkidul di Heha Sky View, Kapanewon Patuk.
BACA JUGA: Sepekan Terakhir 141 Wisatawan Pantai di Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan promosi wisata besar-besaran menjadi sangat penting seiring perkembangan pembangunan di Bumi Handayani.
Menurut dia, Pemkab juga sedang mengembangkan smart village, sehingga informasi mengenai potensi destinasi wisata yang ada di kalurahan/desa dapat didiseminasi ke masyarakat luas.
“Saya juga berharap berbagai event tingkat nasional selalu digelar di Gunungkidul untuk mendukung perkembangan pariwisata daerah,” kata Sunaryanta.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengatakan kegiatan table top perlu dilakukan secara rutin. Pasalnya, promosi melalui tatap muka sangat penting, karena destinasi yang ditampilkan di media sosial seting tidak sesuai dengan kenyataan.
“Kami mengundang para buyer untuk melihat langsung kondisi Gunungkidul dan melihat langsung mana-mana yang bisa dipercaya untuk menerima dan melayani mereka,” kata Sunyoto.
Dalam acara table top itu, ada 45 seller yang mana 85% di antaranya berasal dari Gunungkidul. Selain itu, ada 80 buyer yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Usulan penambahan lampu lalu lintas di Sleman yang diajukan sejak 2022 belum ditindaklanjuti. Dishub fokus pada keselamatan dan manajemen lalu lintas.
Sleman memberangkatkan 325 KK transmigran selama 2010-2024. Pemberangkatan terbanyak terjadi pada 2012 setelah erupsi Gunung Merapi.
PSIM Jogja menyisakan anggaran pemain untuk putaran kedua Super League 2026/2027 agar tetap memiliki ruang merekrut pemain baru.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Tradisi budaya Sebaran Apem Yaaqawiyyu dalam rangka Saparan Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Jumat (31/7/2026)