Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Ilustrasi papan nama jalan di Jogja./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja menggelar lokakarya penulisan aksara Jawa di Embung Giwangan, belum lama ini. Lokakarya itu diikuti oleh para pegawai Pemkot Jogja. Ini menjadi langkah Disbud Kota Jogja untuk melestarikan keberadaan aksara Jawa.
Kepala Disbud Kota Jogja, Yetti Martanti mengatakan salah satu upaya yang bisa ditempuh adalah dengan menyematkan aksara Jawa pada papan nama jalan.
Menurut Yetti, aksara Jawa pada papan nama jalan bukan sekadar dekorasi. Tetapi juga berfungsi komunikasi, informasi, serta membantu navigasi dan identifikasi lokasi. Di sisi lain, ini turut membantu masyarakat untuk lebih mengenal tentang aksara Jawa.
"Penggunaan aksara Jawa pada papan penanda jalan dan papan penanda bangunan di berbagai lokasi strategis di Kota Jogja menjadi upaya untuk memberikan nuansa khas budaya yang kuat," ujar Yetti.
Yetti menambahkan, aksara Jawa menjadi bagian dari identitas budaya Yogyakarta. Di banyak titik lokasi Kota Jogja sejauh ini telah mencantumkan aksara Jawa sebagai pendamping aksara latin pada aplikasi Google Maps.
Ini menjadi cerminan kesadaran warga Kota Jogja akan pentingnya mempertahankan warisan budaya tradisional di tengah kemajuan teknologi digital.
BACA JUGA: Pemkot Yogya Komitmen Melestarikan dan Mengembangkan Aksara Jawa
Yetti menambahkan, penulisan aksara jawa secara digital dapat diakses dengan mengunduh font Nyk Ngayogyan di https://aksaradinusantara.com. "Font ini dapat digunakan melalui perangkat Windows 10 dengan Ms Office atau MS Word minimal versi 2019," ujar dia.
Kasi Bahasa dan Sastra Disbud Kota Jogja, Ismawati Retno menyebut sejauh ini pihaknya telah berupaya melestarikan dan mengembangkan aksara Jawa lewat berbagai kegiatan. Mulai dari pameran virtual manuskrip Serat Langen Wibawa, lomba penulisan manuskrip, lomba alih aksara, hingga pawiyatan aksara di tingkat kampung di Kota Jogja.
Isma menambahkan, Disbud Kota Jogja turut membuka ruang konsultasi penulisan aksara Jawa. Ditujukan bagi OPD dan masyarakat Kota Jogja yang membutuhkan. "Masyarakat dipersilakan datang ke Kantor Disbud Kota Jogja atau melalui pesan Whatsapp di nomor 082329673968.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.