Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Kondisi rumah warga yang terancam kemasukan air saat hujan dalam proses pembangunan jalan alternatif Sleman Gunungkidul di ruas Gayamharjo, Prambanan. Minggu (7/7/2024). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Prambanan-Gayamharjo yang tersambung dengan exit toll Jogja-Solo disambut antusias oleh warga sekitar. Meski demikian, ada juga keluhan berkaitan pembangunan karena rumahnya terancam banjir saat terjadi hujan.
Salah satu keluhan disuarakan oleh Heru, warga Padukuhan Lemahbang, Gayamharjo, Prambanan. Ia mengaku tidak memermasalahkan pembangunan karena secara umum akan berdampak positif terhadap pembangunan kewilayahan serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Hanya saja, ia berharap diberikan solusi karena dampak dari pembangunan membuat rumahnya rawan kemasukan air saat terjadi hujan. “Beberapa hari lalu sempat terjadi hujan dan airnya sudah masuk ke emperan [banjir],” katanya, Senin (8/7/2024).
Masuknya air ke dalam rumah tak lepas dari konstruksi jalan yang lebih tinggi. Untuk mengantisipasi saat terjadi hujan lagi, Heru sudah membuat tanggul dari tumpukan batu di depan rumah.
“Ini hanya sementara saja, untuk berjaga-jaga agar saat hujan tidak lagi masuk ke rumah. Tapi, kami tetap berharap ada Solusi permanen,” katanya.
Menurut dia, proses pembangunan jalan baru sudah berlangsung sejak satu bulan yang lalu dan diperkirakan selesai di akhir tahun. Meski belum selesai, denah jalan sudah mulai terlihat dan proses pengerjaan terus dilakukan menggunakan alat berat.
“Yang kami khawatirkan saat musim hujan tiba, kalau belum ditangani, maka akan menjadi persoalan tersendiri karena air bisa masuk ke rumah yang saya tempati,” ungkapnya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Tri Murtoposidi saat dikonfirmasi membenarkan proses pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Gayamharjo sudah mulai dikerjakan. Ditargetkan pembangunan ditarget selesai di akhir 2024.
“Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu,” kata Didik, sapaan akrabnya.
Disinggung mengenai keluhan warga berkaitan dengan dampak dari pembangunan jalan ini, ia mengakui belum tahu. Kendati demikian, Didik berjanji akan melakukan pengecekan Lokasi. “Kami akan cek terlebih dahulu, biar ada solusi pasti,” katanya.
Menurut dia, dalam pengerjaan jalan ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas drainanse yang berfungsi sebagai tempat pembuangan air. “Semua ada drainansenya. Tapi untuk sekarang masih fokus pembangunan exiting jalannya,” kata Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance