28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Foto ilustrasi elektrifikasi pertanian - Antara
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul akan menambah titik elektrifikasi pertanian di Bantul tahun 2024. Peningkatan titik elektrifikasi tersebut untuk mendukung peningkatan produksi pertanian.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo menyampaikan pihaknya berupaya melakukan intensifikasi pertanian dilakukan melalui berbagai mekanisme, salah satunya elektrifikasi lahan pertanian. Dia menuturkan tahun 2024 ada tambahan sekitar 300 titik elektrifikasi di Pantai Selatan (Pansela) dari APBD Bantul tahun 2024. Selain itu, menurut Joko, tahun ini pihaknya mengajukan elektrifikasi 800 titik dari Corporate Social Responsibility (CSR).
Dia menuturkan elektrifikasi dapat menghemat hingga 70 persen bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk mengairi lahan pertanian.
Dia menuturkan di area Pansela, elektrifikasi digunakan sebagai besar untuk pertanian bawang merah lahan pasir. Dia berharap semakin banyak lahan pertanian yang menerapkan elektrifikasi, sehingga terjadi peningkatan produksi pertanian.
"Intensifikasi pertanian harus terus kita lakukan dengan penemuan teknik [pertanian] baru, fasilitasi SDM pertanian, supaya usaha pertanian bisa efisien," katanya dalam Bantul Agro Expo, di Pasar Hewan Imogiri, Kamis (11/7/2024).
BACA JUGA: Luas Elektrifikasi Pertanian di Bantul Mencapai Tiga Ribu Titik
Dia menuturkan selama ini Pemkab Bantul juga telah memberikan insentif pembebasan PBB hingga 70 persen kepada petani.
"Asal mempertahankan lahan pertanian itu kami berikan pembebasan [PBB] sampai 70 persen, subsidi pupuk benih obat-obatan, bantuan alat pertanian," katanya.
Sebelumnya telah ada sekitar 3 ribu titik elektrifikasi lahan pertanian. Joko menilai elektrifikasi dapat Dia berharap ke depan semakin banyak lahan pertanian yang menggunakan elektrifikasi.
Dia menyampaikan penggunaan elektrifikasi di lahan pertanian digunakan untuk penanaman tanaman pangan dan hortikultura.
Menurutnya, saat ini hampir di seluruh kapanewon di Bantul telah menggunakan elektrifikasi. Elektrifikasi juga ditemukan terutama di wilayah Imogiri, Kretek, Sanden, Srandakan, dan Pajangan.
"Kami berharap bisa membantu petani dengan adanya elektrifikasi ini, terutama di lahan pasir, sehingga pendapatan petani bisa meningkat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.