Stunting di Kota Jogja Menurun, Kotagede Masih Tertinggi
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Foto ilustrasi elektrifikasi pertanian - Antara
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat ada 3.000 titik pengairan pertanian menggunakan sistem elektrifikasi. DKPP Bantul menilai penggunaan elektrifikasi pada pertanian akan menghemat biaya operasional pertanian.
“[Elektrifikasi] sudah ratusan hektare. [Elektrifikasi] Menghemat biaya pengairan dibandingkan dengan [pompa dengan bahan bakar] BBM, [lebih hemat] sekitar 70%,” ujar Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, Senin (24/6/2024).
Dia menyampaikan perairan lahan pertanian dengan elektrifikasi digunakan untuk tanaman pangan dan hortikultura. Dia menuturkan elektrifikasi di tanaman hortikultura pun telah menjangkau seluruh lahan pasir di pantai selatan.
Saat ini hampir di seluruh kapanewon di Bantul telah menggunakan elektrifikasi. Beberapa daerah dengan lahan persawahan yang luas yang diairi dengan elektrifikasi antara lain Imogiri, Kretek, Sanden, Srandakan, dan Pajangan.
BACA JUGA: PPDB SD, Bantul Kelebihan Daya Tampung sebanyak 3.994 Siswa
Panewu Imogiri, Slamet Santosa menyampaikan lahan pertanian di Imogiri sering mengalami kesulitan air terutama daerah perbukitan. Dia menilai dengan elektrifikasi, petani menjadi lebih mudah mencari sumber air bagi lahan pertaniannya.
“Sumber air tanah ada yang berasal dari sumur dalam dan dangkal yang disedot pompa dengan elektrifikasi, dulu [bahan bakar] dengan BBM dan solar, sekarang pompa pakai energi listrik,” ujarnya.
Dia menuturkan di wilayah Imogiri lahan pertanian yang menggunakan elektrifikasi ada di Srunggo, Selopamioro, sekitar 15 hektar; Wunut, Sriharjo sekitar 15 hektar dan Nawungan, Selopamioro sekitar 50 hektare. Sementara beberapa lahan di daerah lain berangsur mengikuti inovasi tersebut lantaran dinilai mampu menghemat bahan bakar pompa air.
Dia menuturkan pengairan dengan elektrifikasi dinilai mampu memenuhi kebutuhan air petani. Saat ini beberapa lahan pertanian di perbukitan pun airnya tercukupi lantaran dibantu dengan pompa sumur dalam. Di lahan perbukitan pun saat ini dapat ditanami bawang merah.
“Harapannya petani akan mendapatkan air yang cukup dan stabil, produktivitas dan kesejahteraan petani meningkat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.
Program Jembatan Garuda telah mencapai 1.416 titik pembangunan dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.