Data Penduduk Tak Bisa Jadi Acuan Penyebab Sekolah Kekurangan Murid
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bantul menyebut, data penduduk usia sekolah tidak bisa dijadikan acuan untuk menjawab fenomena kekurangan mur
Perwakilan Paskibraka DIY yang akan mengikuti upacara HUT ke-79 RI di IKN Agustus mendatang bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X belum lama ini. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Dua murid SMAN di wilayah DIY ditunjuk sebagai paskibraka yang akan mewakili DIY pada upacara HUT ke-79 Republik Indonesia, 17 Agustus 2024 mendatang. Untuk pertama kalinya mereka akan mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI di Ibu Kota Negara (IKN), Kalimantan Timur.
Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) DIY, Kusuma Andrian Saputro mengatakan, untuk pertama kalinya upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI akan digelar di IKN. Sebelum bertugas mereka pun sempat berpamitan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Yang bertugas mewakili DIY nantinya ada satu pasang. Mereka berangkat 12 Juli 2024," katanya seusai bertemu dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, belum lama ini.
Menurut Kusuma, Paskibraka yang mewakili DIY itu yakni Zulfikri Khairul Rizal, siswa SMA Negeri 1 Sewon dan Kinina Evin Chandra, siswi SMA Negeri 8 Jogja. Kepada keduanya Sri Sultan memberi nasihat agar bisa selalu menjaga kesehatan. Hal ini sehubungan dengan suhu di IKN yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan DIY.
"Pesan khusus beliau untuk menjaga kesehatan, karena beliau sendiri sudah pernah ke IKN dan merasa di sana suhunya sangat panas. Yang terus beliau tekankan kepada anak-anak ialah minum yang banyak," imbuhnya.
Kusuma menambahkan, karantina paskibraka tingkat nasional akan dipusatkan di Cibubur sejak 12 Juli 2024. Jika tidak ada perubahan rencana, pada 5 Agustus 2024 paskibraka akan berangkat ke IKN dan melanjutkan karantina hingga selesainya tugas mereka.
Dalam kesempatan yang sama, Zulfikri Khairul Rizal, siswa SMA Negeri 1 Sewon yang mewakili DIY mengatakan, persiapan yang dilakukannya jelang memasuki masa karantina paskibraka tingkat nasional ialah kondisi fisik. Rizal sapaan akrabnya, mengaku betul-betul mempersiapkan tubuhnya agar bisa selalu dalam kondisi yang fit.
"Persiapan utamanya fisik. Selain itu, persiapan barang-barang yang akan saya bawa selama karantina hingga selesainya tugas. Saya juga mengumpulkan materi-materi dari kakak-kakak yang sebelumnya sudah pernah mewakili DIY," jelasnya.
BACA JUGA Proses Pemindahan ASN ke IKN Dimulai 1 September Mendatang, Begini Progresnya
Pun demikian halnya dengan Kinina Evin Chandra, siswi SMA Negeri 8 Jogja ini juga mengaku cukup ketat mempersiapkan dirinya begitu terpilih sebagai paskibraka wakil DIY. Selain persiapan kesehatan, Kinina juga melakukan persiapan terkait wawasan tentang DIY.
"Wawasan tentang DIY, termasuk budayanya saya persiapkan juga, karena nanti selama karantina kami juga harus mempresentasikan tentang DIY kepada peserta dari provinsi lainnya," ucapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bantul menyebut, data penduduk usia sekolah tidak bisa dijadikan acuan untuk menjawab fenomena kekurangan mur
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Pemkab Bantul dan Baznas menyalurkan bantuan modal usaha Rp2 juta bagi warga miskin ekstrem untuk memperkuat UMKM dan mengurangi kemiskinan.
Kelurahan Keparakan, Jogja melatih warga bertani hidroponik untuk memanfaatkan lahan sempit sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Tiga proyek strategis Pemkab Gunungkidul memasuki tahap penandatanganan kontrak, termasuk pembangunan Kantor Dinas Kesehatan dan Aviary Dome.
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.