Tani Cilik di Turi Ajak Anak Panen Padi hingga Tradisi Wiwitan
Program Tani Cilik di Kapanewon Turi mengajak anak-anak memanen padi, melon, ubi, hingga mengikuti tradisi Wiwitan.
Suasana proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 di Tirtoadi pada Kamis (6/6/2024).Catur Dwi Janati/Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembebasan lahan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman masih menyisakan tiga bidang tanah. Ketiga bidang tersebut masih terganjal persoalan administrasi, salah satu diantaranya uang ganti rugi terpaksa harus dititipkan ke Pengadilan melalui konsinyasi.
Humas PT. Adhi Karya pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto menjelaskan pembebasan lahan tol Jogja-Solo ruas Trihanggo-Junction Sleman hanya menyisakan tiga bidang tanah. Ketiga bidang tersebut berstatus lahan milik pribadi dan belum bisa dibebaskan.
"Update info progres pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Jogja-Solo paket 2.2 lahan milik pribadi tersisa tiga bidang lagi," tegas Agung pada Kamis (18/7/2024).
Ketiga bidang tanah tersebut berada di Kalurahan Tirtoadi dan Tlogoadi. Pembebasan lahan ketiga bidang tanah tidak berjalan mulus karena terganjal sejumlah persoalan administrasi. Salah satunya di Padukuhan Ketingan, Kalurahan Tirtoadi, terkendala persoalan ahli waris. Salah satu ahli waris pada bidang tanah tersebut tidak diketahui keberadaannya alias misterius. Padahal kelengkapan ahli waris menjadi unsur penting dalam pemberkasan untuk pembebasan lahan.
Selanjutnya satu bidang lahan terdampak Tol Jogja-Solo di Tlogoadi, Mlati juga terkendala persoalan sertifikat. Satu bidang tanah belum dapat dibebaskan karena pemilik tanah tak kunjung menunjukkan sertifikat tanah asli. "Belum bisa dibebaskan karena sertifikat tanah aslinya belum bisa ditunjukan sampai saat ini," katanya.
Adapun satu bidang lagi yang juga berada Tlogoadi juga terkendala karena karena sertifikat tanah dijadikan agunan bank. Khusus untuk persoalan ini rencananya pembayaran uang ganti rugi akan dititipkan di Pengadilan melalui konsiyasi."Kemudian satu bidang tanah lagi karena masih terkait tanahnya diagunkan ke bank dan akan dilakukan pembayaran secara konsinyasi di Pengadilan Negeri Sleman," ucapnya.
Ia menambahkan saat ini proyek pembangunan tol Jogja-Solo Ruas Trihanggo-Junction Sleman sudah mendekat berada di dekat tiga bidang tanah yang belum bebas tersebut. Proses timbunan dan konstruksi borepile telah mendekati tiga bidang tanah tersebut. Bahkan dua dari tiga bidang tanah tersebut saat ini masih dihuni oleh warga.
BACA JUGA : Pengelolaan Pasar Seni Gabusan Segera Dialihkan kepada Pemda DIY
Agung berharap pembebasan lahan tol Jogja-Solo Ruas Trihanggo-Junction Sleman dapat dipercepat untuk keamanan dan kenyamanan warga serta membuat proyek bisa segera masuk ke bidang tanah yang belum bebas. "Karena timbunan tanah sudah semakin tinggi. Ya supaya segera ada koordinasi dengan pemangku kepentingan hukum di DIY untuk bisa dilakukan pembebasan atau pembayaran," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Tani Cilik di Kapanewon Turi mengajak anak-anak memanen padi, melon, ubi, hingga mengikuti tradisi Wiwitan.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.