Wow! Gunungkidul Bakal Dapat 50 Unit Pompa Air Senilai Rp14 Miliar

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Selasa, 23 Juli 2024 18:57 WIB
Wow! Gunungkidul Bakal Dapat 50 Unit Pompa Air Senilai Rp14 Miliar

Ilustrasi/pompa air untuk irigasi sawah.JIBI

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan Kementerian Pertanian (Kementan) akan menyalurkan bantuan 50 unit pompa air senilai Rp14 miliar. Pompa ini akan membantu proyek pengadaan air bersih Universitas Pertahanan (Unhan) di Bumi Handayani.

Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan bantuan tersebut akan sangat membantu sektor pertanian di Gunungkidul. Ada enam belas titik air yang akan dibangun Unhan melalui pompa-pompa air tersebut.

Bantuan pompa tersebut akan sangat membantu, karena Kabupaten Gunungkidul menjadi daerah dengan penyumbang 50% pangan di DIY. Dia berharap bantuan tersebut dapat turun pada Agustus 2024.

“Saya yakin Gunungkidul masih butuh banyak lahan yang harus diairi. Ini sudah ada beberapa spot yang digarap Unhan dan Kementan. Harapannya dapat berlanjut. Setiap tahun juga kami anggarakan untuk pembuatan sumur bor, perbaikan jaringan irigasi, dan sebagainya,” kata Rismiyadi ditemui di Bulak Putat, Padukuhan Duwet, Duwet, Selasa, (23/7).

DPP Gunungkidul saat ini juga masih menunggu penetapan pagu dari Pemerintah Pusat untuk membangun sumber air lagi.

BACA JUGA: Upaya Pemkab Gunungkidul Pastikan Ketersediaan Air Bersih, Bangun Infrastruktur Berkapasitas Ratusan Liter Per Detik

Sementara itu, Lurah Ngeposari, Ciptadi mengatakan sumber air dari Sungai Ngreneng baru dimanfaatkan 10% untuk pertanian. Air ini digunakan untuk mengairi 700 hektar (ha) – 800 ha. Sarana-prasarana di Sungai Ngreneng juga dibangun dari Unhan.

“Sementara airnya hanya keluar dan masuk ke perut bumi. Ini yang kami manfaatkan untuk ketahanan pangan di Gunungkidul,” kata Ciptadi.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan Kabupaten Gunungkidul mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui program pengabdian Universitas Pertahanan untuk memanfaatkan sumber air Sungai Ngreneng.

“Kita banyak lahan yang tidak dapat dimanfaatkan dengan baik ketika kemarau kan. Sungai Ngreneng ke depan juga akan kami ambil untuk air PDAM,” kata Sunaryanta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online