Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Bencana - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY meminta kepada instansi terkait untuk rutin mengecek peralatan penanggulangan kebencanaan yang dimilikinya sebagai persiapan menghadapi ancaman bencana kekeringan yang berdampak pada kebakaran hutan dan lahan.
Anggota DPRD DIY Eko Suwanto mengatakan, audit dan pemeliharaan terhadap aset peralatan kebencanaan wajib diselenggarakan rutin dan berkala. Sebab peralatan itu merupakan modal utama petugas saat menanggulangi insiden kebencanaan, sehingga siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Masing-masing alat kan punya jangka waktu dan durasi maksimal pemakaian, jangan sampai saat situasi mendesak dan sangat dibutuhkan tidak bisa digunakan," jelasnya, Kamis (25/7/2024).
Menurut Eko, upaya antisipasi memang harus diutamakan dalam sektor kebencanaan. Namun demikian kesiapsiagaan tentu harus pula dimaksimalkan agar insiden bencana yang terjadi tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi yang signifikan.
"Apalagi DIY punya belasan ancaman risiko bencana mulai dari gempa, angin kencang, letusan gunung api dan sebagainya. Maka risiko itu harus diikuti pula dengan kesiapan alat yang mumpuni," ungkapnya.
Kepala BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, pihaknya rutin melakukan pengecekan dan penghapusan pada aset peralatan kebencanaan yang rusak dan tidak bisa dipakai. Tahun ini saja ada dua alat berat jenis eskavator yang dihapus lantaran tidak lagi berfungsi dan tak bisa diperbaiki.
BACA JUGA: Pemda DIY dan PT.PII Kerja Sama dalam Percepatan Penganan Sampah
"Maka sebagai gantinya kami sedang mengajukan permohonan melalui pemerintah pusat untuk hibah peralatan yang baru. Sementara yang ada sekarang semuanya relatif aman bisa digunakan untuk penanganan kebencanaan," katanya.
Total ada sebanyak 300 peralatan penanganan bencana yang dihapus tahun ini baik itu karena rusak, mesin yang tidak fungsi seperti peralatan komunikasi, terpal, permesinan dan lain sebagainya. Sementara kebutuhan untuk peralatan kebencanaan cukup signifikan apalagi dengan adanya program Kaltana.
"Total kan kami sudah deklarasikan sebanyak 340 Kaltana atau Kalurahan Tangguh Bencana itu tentu butuh alat, tapi tentu semuanya bertahap untuk pengadaan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.
Polda Jabar bongkar penipuan titik dapur MBG, 13 korban rugi Rp1,9 miliar. Pelaku jual akses palsu program pemerintah.