Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Sejumlah petugas sedang melakukan penambalan jalan rusak di Jalan Kaliurang Timur KM 9,2 di Padukuhan Palgading, Minomartani, Ngaglik, Sleman, Kamis (25/7/2024). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Jalan rusak sepanjang 175 kilometer di wilayah Kabupaten Sleman telah ditambal. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menyebut, jalan rusak yang telah ditambal sepanjang 50 ruas.
Sub Koordinator Kelompok Subtansi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Bidang Bina Marga, DPUKP Sleman, Suparman mengatakan, tahun ini ada alokasi pemeliharaan jalan dan jembatan sebesar Rp8 miliar. Untuk pemeliharaan jalan, ditargetkan dapat menambal jalan rusak di Bumi Sembada sepanjang 300 kilometer.
“Kami optimistis target ini bisa terpenuhi. Sebab, proses tambal sulam jalan yang rusak masih terus berlangsung,” kata Parman, Kamis (25/7/2024).
Dia menjelaskan, hingga saat ini dari 300 kilometer yang masuk target pemeliharaan, sudah terlaksana sepanjang 175 kilometer di lebih 50 ruas jalan di Sleman.
Untuk pelaksanaan terbagi tiga zonasi meliputi Sleman Barat, Tengah dan Timur. Ruas di Sleman barat yang ditambal sudah dikerjakan seperti Dayu-Krapyak; Tegalsari-Berbah; Tajem-Babadan, Sambiroto-Pokoh; Tajem-Bakungan. Untuk Sleman tengah yang sudah dikerjakan meliputi Cepit-Turi; Kadisobo-Kawedan; Cebongan-Ngangkrik hingga Rejodani-Macasan.
Adapun untuk sektor Sleman barat di antaranya Planguk-Nglengking; Kemusuh-Seyegan; Pasekan-Rewulu; Padon-Minggir hingga Patukan-Krajan.
“Jadi tiap hari ada tim yang keliling untuk menambal. Adapun lokasinya ada yang berdasarkan laporan warga, tapi juga banyak berdasarkan pendataan oleh tim di lapangan,” katanya.
Diharapkan dengan adanya pemeliharaan jalan, maka jalan dapat berfungsi dengan baik sehingga risiko kecelakaan dapat dikurangi.
Meski demikian, Parman mengakui penambalan hanya bersifat sementara dikarenakan di DPUPKP juga ada perbaikan skala besar dengan skema lelang.
Pelaksana Harian Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Suwarsono mengatakan, perbaikan jalan tahun ini sudah mengalokasikan Rp21,8 miliar. Rinciannya, Pagu sebesar Rp7,1 miliar dari APBD guna memerbaiki ruas Kemusu-Seyegan; Karanggeneng-Pagerjurang dan Banjarsari-Butuh.
“Untuk pagu bersumber dari DAK sebesar Rp14,58 miliar yang dipergunakan perbaikan di ruas Sidorejo-Kemasan, Ngangkruk-Babadan dan Blembem-Tanen. Saat ini, proses pengerjaan sudah dimulai,” katanya.
Diharapakan dengan program ini maka bisa meningkatkan konektivitas dan aksesbilitas. Selain itu, juga untuk memberikan rasa aman sehingga risiko kecelakaan dapat dikurangi.
“Tentunya juga sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dikarenakan aksesbilitas yang semakin lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.