Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Mahasiswa UAD dan peserta SIYLEP mengikuti Pemerti Code di Ruang Terbuka Hijau Taman Robin Jetis Pasiraman, Cokrokusuman, Sabtu (27/7/2024)./ist
Harianjogja.com, JOGJA—Hari Sungai Nasional 2024 diperingati di Kali Code pada Sabtu (27/7/2024) dengan kegiatan Pemerti Code. Bertempat di Ruang Terbuka Hijau Taman Robin Jetis Pasiraman, Cokrokusuman, kegiatan ini melibatkan sejumlah mahasiswa termasuk dari luar negeri.
Mahasiswa yang terlibat yakni dari Singapore-Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP) yang terdiri dari mahasiswa Singapura, Korea dan Jepang serta Fakultas Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
Ketua Gerakan Cinta Code, Harris Syarif Usman, menuturkan kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan krisis ekologi serta menciptakan lingkungan hidup yang lebih lestari, menumbuhkan partisipasi generasi muda dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
BACA JUGA: Hasil Penelitian, Kali Code Jogja Tercemar Logam Berat dan Limbah Antibiotik
“Kami ingin mendorong keterlibatan anak muda dalam pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan serta bersama sama secara kolektif merawat bumi,” ujarnya kepada Harian Jogja, Selasa (30/7/2024).
Kegiatan Pemerti Code meliputi talk show terkait mitigasi bencana dan konservasi, workshop membuat kerajinan dari sampah, Amazing Race dan Learning Journey jelajah susur kali Code dengan diskusi di lima pos dari Jetisharjo sampai Titik 0 kilometer.
“Lima pos tersebut meliputi pemanasan global dan perubahan iklim, pengelolaan sampah dan limbah, pola hidup sehat dan ramah lingkungan, ekosida dan kerusakan lingkungan serta aktivitas gerakan lingkungan dan sirkulari hijau,” katanya.
Dalam Pemerti Code ini juga dilakukan bakti lingkungan dan bersih sampah di sepanjang bantaran kali Code, pembagian bibit sayur untuk warga code, penanaman pohon dan tebar bibit ikan serta pembagian tanaman buah dan perindang di Titik 0 kilometer.
Di Bantaran kali Code khususnya di wilayah Cokrodiningratan, sejak 2015 silam sudah dimanfaatkan warga sebagai kampung wisata edukatif dengan kegiatan utama Sekolah Sungai. Mahasiswa dari berbagai daerah dan berbagai negara sudah datang langsung untuk mengikuti Sekolah Sungai.
Untuk mendukung hal tersebut, maka warga pun berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan kali Code. Keberadaan Sekolah Sungai turut memberdayakan warga dan memberi dampak positif pada perekonomian warga di sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Dopamine 3.0 menjadi jailbreak pertama yang mendukung iOS 26 dan iOS 26.0.1 setelah 326 hari. Namun fitur ini baru tersedia untuk perangkat Apple dengan chip A1
SUV misterius Honda tertangkap kamera saat menjalani uji jalan di Kanada. Desainnya berbeda dari CR-V saat ini dan memunculkan spekulasi soal hadirnya Accord SU
KAI menghadirkan promo spesial HUT Kemerdekaan RI ke-81 berupa diskon tiket kereta api ekonomi komersial sebesar 17% untuk keberangkatan 17 Agustus 2026.
Film Ketok Mejik tayang 13 Agustus 2026. Ananta Rispo, Tarra Budiman, Dodit Mulyanto bintangi komedi horor tentang bengkel terbelit utang dan palu sakti. Cek si
Sisa makanan pasien rawat inap di Rumah Sakit Pratama Kota Jogja berhasil ditekan hingga 16,9 persen setelah Dinas Kesehatan Kota Jogja menerapkan inovasi