Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Polsek Gedangsari menyampaikan latar belakang penyebab seorang pemuda berinisial S, 23, tega membakar rumah orang tuanya di Padukuhan Mertelu, Kalurahan Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul, Selasa, (30/7/2024).
Kapolsek Gedangsari, AKP Suryanto mengatakan rumah yang dibakar S itu hanya pada bagian dapur. Selain itu kandang sapi milik orang tuanya bernama Gino juga dibakar.
“S ini punya utang di beberapa tempat. Jumlahnya ya sekitar Rp20 juta. Dia minta ke orang tuanya Rp2 juta. Tapi orang tuanya tidak punya uang. Akhirnya S marah lalu memutuskan membakar itu,” kata Suryanto dihubungi, Rabu, (31/7/2024).
BACA JUGA: Seorang Anak di Gunungkidul Diduga Sengaja Bakar Rumah Orang Tua, Polisi Turun Tangan
Suryanto menerangkan S tidak memiliki latar belakang gangguan kejiwaan. S juga dalam kondisi sadar tanpa pengaruh minuman beralkohol. Hanya, S diduga frustasi, karena diminta untuk segera membayar utangnya.
“S ini dikejar-kejar untuk segera membayar utang. Saya kurang tahu itu utang judi online atau tidak. Tapi S memang tercatat pernah bermain judi online,” katanya.
BACA JUGA: Sepeda Motor Beat Ditukar Suzuki Skydrive Saat Belanja, Warga Gunungkidul Lapor Polisi
Pasca membakar rumah, S kemudian dibawa ke Polsek Gedangsari. Di sana, kepolisian bersama orang tua, dukuh, dan saksi melakukan mediasi. Dalam mediasi, orang tua meminta agar tindakan anaknya tidak diproses sebagai tindak pidana.
Gino hanya menginginkan anaknya untuk dibina agar memiliki karakter lebih baik, utamanya agar bermanfaat bagi diri sendiri. Akibat tindakan yang dilakukan S, Gino merugi Rp25 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.