Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Sekda DIY Beny Suharsono memberikan keterangan kepada wartawan soal kenaikan harga cabai yang bisa diatasi dengan pemanfaatan teknologi oleh petani, Rabu (29/11/2023) (Harian Jogja/Yosep Leon Pinsker)
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) setempat untuk mengembangkan kompetensi pejabat pemerintahan di tingkat kalurahan.
Upaya ini disebut merupakan salah satu visi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono yang ingin agar kalurahan di wilayahnya mandiri.
Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan, BPKP DIY nantinya akan fokus pada upaya pengembangan tata kelola pemerintahan di tingkat kalurahan. Menurutnya upaya ini sesuai dengan keinginan Sultan yang mau agar pejabat tingkat kalurahan tak hanya pandai dalam teori saja tetapi bisa mengaplikasikan ilmu yang ada di lapangan.
"Berdasarkan pengalaman di lapangan itu lah yang akan ditarik contoh konkret sebagai role model, sehingga ketika masyarakat menjual produk itu masyarakat merasa untung," jelas Beny, Selasa (6/8/2024).
Beny menjelaskan, salah satu indikator kesuksesan kelurahan tidak hanya diukur pada tata kelola dan penyelenggaraan pemerintahannya saja melainkan juga bagaimana mereka bisa memberdayakan masyarakat di bidang ekonomi dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki daerah itu.
"Nanti BPKP juga akan membantu bagaimana pengelolaan keuangan, laporan dan lain sebagainya. Juga soal pengembangan lumbung mataraman masyarakat dan akhirnya mereka bisa merasakan dampak," jelasnya.
Sementara Kepala Perwakilan BPKP DIY Setya Nugraha mengatakan, pihaknya akan membekali para pejabat tingkat kalurahan agar lebih kompeten. Pendampingan itu nantinya akan diberikan dalam bentuk pelatihan kepada pengurus BUMKal maupun BUMDes.
BACA JUGA: Aris dan Rony Berebut Tiket Dampingi Halim Maju di Pilkada Bantul
"Misalnya pelatihan pembukuan, karena ketika kalurahan maju bisa memberikan efek domino ke bidang yang lain," kata dia.
Menurut Setya, pejabat di tingkat kalurahan harus sadar tentang perannya masing-masing dalam pengembangan daerah dan potensi ekonomi warga. Itu lah yang akan jadi fokus pihaknya ke depan sehingga masyarakat di tingkat paling bawah bisa merasakan peningkatan ekonomi di desa.
"Kami sifatnya preventif dan juga membekali para pengurus pemerintahan kalurahan untuk lebih kompeten, lebih melek dan menyadari perannya masing-masing," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.