Antisipasi Macet Dampak Jalan Tol: Sleman Siapkan Trans Sembada, Ini Jalurnya
Trans Sembada Sleman disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan akibat perubahan mobilitas setelah jalan tol beroperasi.
Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat sejauh ini sudah ada 18 kalurahan yang mengajukan bantuan air bersih. Hingga saat ini, ada lebih dari 2 juta liter air bersih yang disalurkan kepada warga per Senin, (5/8/2024).
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan ada 2.964.000 liter air bersih yang sudah disalurkan di 18 kalurahan.
Dua kalurahan yang paling banyak mendapat bantuan yaitu Kalurahan Girisuko, Panggang mendapat 140 tangki dan Kalurahan Tepus, Tepus mendapat 100 tangki.
Kalurahan sisanya yaitu ada Kalurahan Balong, Jepitu, Jerukwudel, dan Karangawen di Kapanewon Girisubo; Kalurahan Girisuko dan Giriharjo di Kapanewon Panggang; Kalurahan Semugih di Kapanewon Rongkop. Kemudian ada Kalurahan Kanigoro, Planjan, Monggol, dan Ngloro di Kapanewon Saptosari.
Adapun di Kapanewon Tepus, kalurahan yang terdampak seperti Giripanggung, Tepus, dan Purwodadi; Kapanewon Karangmojo di Kalurahan Ngawis. Sementara di Kapanewon Nglipar di Kalurahan Kedungkeris, dan Kedungpoh.
Menurut Purwono, puncak musim kemarau terjadi antara Agustus hingga Oktober 2024. Dia meminta masyarakat untuk tidak khawatir, karena BPBD telah menyiapkan 1.000 tangki air.
Kepala Seksi Logistik BPBD Gunungkidul, Arif Prasetyo Nugroho mengatakan apabila alokasi anggaran untuk bantuan air kurang, maka ada kemungkinan BPBD mengajukan pengadaan melalui dana belanja tidak terduga (BTT).
BACA JUGA: Sultan HB X Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di DIY hingga 31 Agustus
Pengajuan BTT itu semakin mendesak lantara ada beberapa kapanewon yang kehabisan anggaran untuk pengadaan air bersih seperti Semanu dan Ponjong. “Data yang kapanewon kekurangan air itu data bergerak,” kata Arif.
Meski begitu, prediksi BPBD anggaran tersebut akan benar-benar habis menjelang puncak musim kemarau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trans Sembada Sleman disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan akibat perubahan mobilitas setelah jalan tol beroperasi.
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.
Ranu Regulo tetap dibuka meski sejumlah titik di Gunung Bromo terbakar. Wisatawan diminta waspada dan tidak menyalakan api.
Pemkab Gunungkidul menyalurkan alat bantu bagi kelompok difabel untuk menunjang aktivitas dan mendorong kemandirian.
Astra Financial dan OJK mengukuhkan 1.000 Duta OJK Peduli di Jogja untuk memperluas literasi keuangan hingga ke masyarakat.
Kemensos mencatat lebih dari 10,8 juta keluarga mengajukan usulan baru bansos dan 82 ribu keluarga disanggah hingga September 2026.