Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Rizal Aldyatma saat ditemui wartawab seusai pelantikan DPRD Kulonprogo periode 2024-2029, Senin (12/8/2024)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, KULONPROGO–Rizal Aldyatma, anak ketiga eks Bupati Kuloprogo yang saat ini menjabat Kepala Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menjadi anggota DPRD Kulonprogo termuda.
Ditemui seusai pelantikan DPRD Kulonprogo periode 2024-2029, Rizal yang masih menjelaskan ia memperoleh 4.553 suara dari dapil dua meliputi Kokap dan Pengasih. “Kebetulan saya yang termuda, dari partai PDI Perjuangan. Termuda sekabupaten,” ujarnya, Senin (12/8/2024).
Ia menceritakan sebelum mengikuti kontestasi pemilihan legislatif, pada 2023 ia baru saja lulus kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi, UPN Veteran Yogyakarta. Ia juga sudah diterima bekerja di Lembaga Kantor Berita Nasional Antara Foto namun mengundurkan diri karena fokus ke politik.
“Setelah lulus kuliah langsung diamanahi untuk ikut pileg, Alhamdulillah masuk dan jadi. Karena basic saya dari simbah ada di Kokap-Pengasih. Tujuan saya melanjutkan silaturahmi dan memperjuangkan masyarakat,” ungkapnya.
Rizal merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dan menjadi satu-satunya yang meneruskan karir politik ayahnya. Meski mengakui dalam kampanye membawa nama Hasto Wardoyo, namun menurutnya pengaruh sang ayah tidak signifikan dalam pemenangannya.
“Kokap adalah tempat lahir bapak saya [Hasto Wardoyo], saya memang melanjutkan perjuangan di sana. Tapi setelah saya lihat di penghujung pileg, di saat terakhir menjelang pemilihan, saya kira hanya sekitar 20 persen pengaruh Pak Hasto,” ungkapnya.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, ia menyampaikan akan memperjuangkan pengurangan pengangguran di kalangan anak muda. “Tingkat pengangguran masih tinggi terutama anak muda. Indikator tingkat pengangguran yang ingin saya kurangi,” katanya.
BACA JUGA: Promo Tiket Kemerdekaan untuk Kereta Api Mulai Besok, Cek Rutenya
Ia melihat anak muda di Kulonprogo masih banyak yang menganggur karena berbagai faktor, baik karena minimnya lapangan pekerjaan, akses informasi maupun akses pendidikan. “Kemiskinan tinggi, akhirnya tingkat pengangguran tinggi. Saling berkaitan,” katanya.
Menurutnya masih banyak stigma di kalangan anak muda yang beranggapan tidak ada pekerjaan di Kulonprogo sehingga banyak yang pergi ke luar daerah. Hal ini juga yang ingin ia hilangkan agar abak muda tetap bekerja di Kulonprogo.
“Misalnya saya punya gambaran nantinya lulusan SMA mebdapat notifikasi by call, ada lapangan pekerjaan apa saja. Jadi bagi yang belum punya kerja ada datanya, Dinas Pendidikan punya datanya. Jadi ada komunikasi, saya ingin membuat tim untuk itu,” katanya.
Dengan demikian keterbatasan akses informasi soal lapangan pekerjaan dapat diatasi. “Karena masih banyak yang bingung mau kerja dimana. Makanya kami komunikasikan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.
Komisi I DPR RI menyetujui penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara-364 melalui lelang karena sudah melewati masa manfaat teknis dan ekonomis.
DPRD Kota Jogja menyoroti data desil bansos yang dinilai tak tepat sasaran dan meminta pemutakhiran data serta antisipasi bantuan melalui APBD.
Sebanyak 11 pasangan menikah di atas tangki air. Sebanyak 25 tangki didonasikan untuk warga terdampak kekeringan di DIY.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.