Batal Koalisi di Pilkada, Demokrat Gunungkidul Tak Jadi Gabung Satu Fraksi dengan PDIP di DPRD

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 15 Agustus 2024 16:27 WIB
Batal Koalisi di Pilkada, Demokrat Gunungkidul Tak Jadi Gabung Satu Fraksi dengan PDIP di DPRD

Bendera Partai Demokrat - Antara

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—DPC Partai Demokrat Gunungkidul batal bergabung dalam satu fraksi dengan DPC PDIP di DPRD Gunungkidul. Hal ini terjadi lantaran adanya perubahan peta koalisi dalam menghadapi Pilkada 2024.

Ketua DPRD Gunungkidul sementara, Agus Joko Kriswanto mengatakan pada awalnya Partai Demokrat akan bergabung dengan PDIP menjadi satu fraksi di DPRD. Hal ini menindaklanjuti kesepakatan koalisi kedua partai menghadapi Pilkada 2024. Hanya, beberapa waktu lalu DPP Demokrat menerbitkan surat rekomendasi untuk Sutrisna Wibawa – Sumanto yang diusung Nasdem, Gerindra, dan PKS. Dengan begitu, peta koalisi berubah.

“Demokrat kan sudah bergabung ke koalisi sebelah bersama Nasdem, Gerindra, dan PKS. Mungkin nanti akan gabung dengan Nasdem atau Gerindra,” kata Agus dihubungi, Kamis, (15/8).

Agus menambahkan Sekretaris DPRD telah mengirim surat ke masing-masing partai politik (parpo) pemilik kursi di DPRD ihwal pembentukan alat kelengkapan dewan (alkap) seperti penentuan ketua, wakil, dan sekretaris fraksi.

Adapun unsur pimpinan dewan nanti akan diisi oleh parpol pemenang Pemilukada 2024. Jabatan ketua akan diisi PDIP sebagai pemilik suara terbanyak, lalu tiga wakil akan diisi Nasdem, PKB, dan Golkar.

BACA JUGA: Tinggalkan PDIP, Demokrat Pilih Dukung Sutrisna dan Sumanto di Pilkada Gunungkidul

“Alkap itu ada komisi A, B, C, dan D. Ada badan anggaran, ada badan musyawarah, badan kehormatan, dan pembuatan peraturan daerah,” katanya.

Penentuan ketua, wakil dan sekretaris komisi dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Sebab itu, hal pertama yang harus dibentuk adalah fraksi. Anggota fraksi akan mengirim anggota untuk mengisi jabatan-jabatan itu.

Tenggat penyusunan alkap ini paling tidak hingga pertengahan September 2024 atau satu bulan sejak pelantikan anggota dewan. Alkap tersebut juga akan diperbarui satu kali setelah berjalan 2,5 tahun.

“PDIP dapat hak untuk memilih ketua komisi dulu. Habis itu ganti Nasdem memilih ketua komisi. Terus setelah habis unsur dari partai pemenang I, II, III, IV, dikembalikan lagi ke partai pertama. Kalau sudah dapat ketua ya sekre. Tergantung kesepakatan kami,” ucapnya.

Ketua DPC Demokrat Gunungkidul, Henry Ardiyanta menyatakan sikap untuk tegak lurus terhadap keputusan DPP Demokrat.

“Terkait keputusan DPP menunjuk Sutrisna Wibawa dan Sumanto sudah diterima semua pihak,” kata Henry. Ihwal langkah selanjutnya, Henry masih menunggu arahan dari DPP.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online