Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Ilustrasi perekaman e-KTP - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sampai pertengahan Agustus 2024 ini capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kulonprogo masih kecil, yakni 3,75%. Pemanfaatan oleh instansi terkait yang masih minim juga diduga menjadi penyebabnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo, Aspiyah, menjelaskan hingga saat ini aktivasi IKD baru mencapai 12.970 atau 3,75%. “Masih kecil, di atasnya Gunungkidul kalau presentasenya. Memang berat sekali,” ujarnya, Jumat (16/8/2024).
Realisasi ini masih cukup jauh dari yang ditentukan pemerintah pusat pada 2024 ini, yakni sebesar 30%. Target ini menurutnya juga sulit dikejar oleh daerah lain, seperti Sleman yang di DIY paling tinggi pun baru terealisasi 11%.
Beberapa faktor penyebab minimnya aktivasi IKD menurutnya pertama, masyarakat masih ada yang ketakutan jika aktivasi IKD, data pribadinya tidak aman. “Misalnya datanya dibobol. Mikirnya kalu di handphone, nanti ada hacker jangan-jangan datanya di-hack,” katanya.
BACA JUGA: Stok Darah dan Jadwal Donor Darah Wilayah DIY Jumat 16 Agustus 2024
Faktor kedua yakni masih banyaknya masyarakat Kulonprogo yang belum menggunakan perangkat yang mendukung untuk aktivasi IKD. “Yang paling banyak memiliki smartphone malah anak SD. Sedangkan yang sepuh, wajib KTP, tapi ga pakai handphone. Ada yang pakai handphone tapi bukan smartphone,” ungkapnya.
Faktor selanjutnya yakni masih minimnya instansi yang memanfaatkan IKD dalam mengakses data warga. Ia mencontohkan dalam perbankan, saat ini baru Bank Kulonprogo yang mau menerima IKD sebagai data kependudukan untuk bertransaksi dan aktivitas perbankan lainnya.
“Dari sisi kemanfaatan, contoh bank yang mau menerima penggunaan IKD misalnya untuk ambil uang atau membuka rekening baru, itu yang mau menerima sementara baru Bank Kulonprogo. Sedangkan bank lain masih minta fotokopi KTP,” paparnya.
Sedangkan IKD tidak bisa difotokopi, bahkan juga tidak bisa ditangkap layar. IKD sudah bisa digunakan untuk pengguna transportasi pesawat, namun untuk kereta api belum semuanya bisa. “Pemanfaatannya masih kurang, sehingga banyak yang berpikir untuk apa IKD kalau pemanfaatannya belum maksimal,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia. Simak waktu puncak GMT dan cara menyaksikannya dengan aman.