Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—DPD PAN Sleman menanggapi santai klaim partainya ditinggal partai koalisi untuk bergabung ke kubu bakal pasangan calon Harda Kiswaya-Danang Maharsa di Pilkada 2024. Hal ini tak lepas adanya putusan Mahkamah Konstiutsi (MK) yang menurunkan ambang batas dukungan pencalonan dari 20% menjadi 7,5% suara sah di pemilu.
Sekretaris DPD PAN Sleman, Inoki Azmi Purnomo mengatakan, masih optimistis ada partai yang bergabung mendukung Bakal Calon Bupati Kustini Sri Purnomo di Pilkada Sleman 2024. Menurut dia, pencalonan masih dalam persiapan sehingga akan berproses hingga saat pendaftaran.
BACA JUGA: Sudah Ada Putusan MK, KPU Kulonprogo Gunakan Aturan Lama dalam Pencalonan Pilkada
Dia pun tidak memusingkan adanya klaim tujuh partai politik yang terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, PKS, NasDem dan PPP yang bergabung menjadi satu untuk mendukung pasangan Harda-Danang. Menurut dia, bukti dukungan harus dilengkapi dengan bukti B1 KWK dari DPP.
“Apakah sudah ada B1 KWK nya mas? Kalau sebatas klaim tidak perlu dipercaya karena semua harus ada buktinya,” kata Inoki, Jumat (23/8/2024).
Meski demikian, ia memastikan partainya siap bertarung untuk mengusung Kustini secara sendirian di Pilkada Sleman. Keputusan MK No.60 dinilai menjadi angin segar karena syarat ambang batas dukungan pencalonan diturunkan dari 20% menjadi 7,5%.
Menurut dia, dengan aturan ini maka DPD PAN Sleman bisa mengusung calon sendiri karena raihan suaranya melebihi dari ketentuan yang ada.
“Putusan MK telah mematahkan desan yang memunculkan satu calon dengan melawan kotak kosong. Jadi, kalau kami harus sendirian mengusung Bu Kustini, maka kami siap melakukannya,” kata Inoki.
BACA JUGA: KPU Pastikan Putusan MK Berlaku Sampai Penetapan Paslon Pilkada 2024
Sebelumnya, DPD PAN bersama dengan PKS dan PKB sepakat mengusung Kustini di Pilkada Sleman. Namun perkembangan terbaru, kedua partai dikabarkan merapat ke kubu Harda-Danang.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman, Gustan Ganda mengatakan, hingga sekarang yang sudah memerikan dukungan sudah ada tujuh partai pemilik kursi di DPRD Sleman. Partai ini terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, PKS, PPP dan NasDem.
“Beberapa rekomendasi sudah dibawa oleh Pak Harda dan Mas Danang,” kata Gustan, Kamis (22/8/2024).
Dia menjelaskan, untuk parta pengusung Harda-Danang sepakat membentuk Koalisi Sleman Baru. Ini sebagai wadah dari perjuangan Harda-Danang untuk menyiapkan Sleman yang baru dari sebelumnya yang pernah ada sehingga dapat menjadi lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.
Kahitna membagikan rahasia tetap kompak dan bertahan selama 40 tahun di industri musik Indonesia, mulai dari saling menerima hingga menjaga identitas musik.