Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (ketiga dari kanan) saat menyaksikan panen ikan lele di Omah Lele di Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Rabu (2/11/2022). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL–Sebagian besar pembudidaya ikan di Bantul menggunakan air sumur. Meski begitu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul mengklaim bencana kekeringan tahun ini belum berdampak pada budidaya ikan di Bantul.
Kepala DKP Bantul, Istriyani menyampaikan belum menerima laporan adanya dampak kekeringan pada budidaya ikan di Bantul. Dia mencatat ada sekitar 70% pembudidaya menggunakan air sumur, sementara sisanya menggunakan air irigasi.
Sejauh ini, katanya, penyuluh perikanan hanya mendapatkan laporan terkait pengurangan debit air untuk budidaya ikan menggunakan air irigasi. “Yang terjadi pengurangan volume air [irigasi untuk budidaya ikan]. Namun kondisinya masih aman terkendali,” ujarnya, Jumat (23/8/2024).
Menurut Istriyani kekeringan tahun ini diperkirakan tidak separah tahun lalu. Tahun lalu, DKP Bantul telah mengeluarkan edaran terkait langkah antisipasi yang dapat dilakukan pembudidaya ikan selama musim kemarau.
“Kelompok teknis [pembudidaya ikan] dapat melakukan padat tebar apabila terjadi pengurangan debit air,” ujarnya.
Kemudian, pembudidaya ikan juga diminta memberikan vitamin dan probiotik untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan tersebut. Menurutnya, selama musim kemarau dapat terjadi fluktuasi suhu yang drastis, sehingga dapat mempengaruhi kondisi ikan. Dengan pemberian vitamin dan probiotik, diharapkan kondisi ikan dapat terjaga.
Meski begitu, menurutnya, DKP Bantul terus mewaspadai kondisi selama musim kemarau, lantaran puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September 2024.
“Karena [kemarau] event tahunan, lebih parah [kemarau] tahun kemarin. Agustus masih terkendali, belum kita lihat September seperti apa,” ujarnya.
Tahun lalu menurutnya ada beberapa pembudidaya ikan yang terdampak kekeringan, antara lain di wilayah Sedayu, Banguntapan dan Piyungan. Meski begitu, luas area yang terdampak menurutnya tidak signifikan lantaran hanya berupa spot budidaya ikan.
“Pembudidaya ikan yang menggunakan air irigasi ada yang terdampak [tahun lalu] tapi relatif sedikit. Karena air irigasi kita selalu berbagi dengan petani, [air irigasi] yang diutamakan untuk pertanian,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.