Cek Kesehatan Anak Sekolah Jogja: Karies Gigi Dominan
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (ketiga dari kanan) saat menyaksikan panen ikan lele di Omah Lele di Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Rabu (2/11/2022). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL–Sebagian besar pembudidaya ikan di Bantul menggunakan air sumur. Meski begitu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul mengklaim bencana kekeringan tahun ini belum berdampak pada budidaya ikan di Bantul.
Kepala DKP Bantul, Istriyani menyampaikan belum menerima laporan adanya dampak kekeringan pada budidaya ikan di Bantul. Dia mencatat ada sekitar 70% pembudidaya menggunakan air sumur, sementara sisanya menggunakan air irigasi.
Sejauh ini, katanya, penyuluh perikanan hanya mendapatkan laporan terkait pengurangan debit air untuk budidaya ikan menggunakan air irigasi. “Yang terjadi pengurangan volume air [irigasi untuk budidaya ikan]. Namun kondisinya masih aman terkendali,” ujarnya, Jumat (23/8/2024).
Menurut Istriyani kekeringan tahun ini diperkirakan tidak separah tahun lalu. Tahun lalu, DKP Bantul telah mengeluarkan edaran terkait langkah antisipasi yang dapat dilakukan pembudidaya ikan selama musim kemarau.
“Kelompok teknis [pembudidaya ikan] dapat melakukan padat tebar apabila terjadi pengurangan debit air,” ujarnya.
Kemudian, pembudidaya ikan juga diminta memberikan vitamin dan probiotik untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan tersebut. Menurutnya, selama musim kemarau dapat terjadi fluktuasi suhu yang drastis, sehingga dapat mempengaruhi kondisi ikan. Dengan pemberian vitamin dan probiotik, diharapkan kondisi ikan dapat terjaga.
Meski begitu, menurutnya, DKP Bantul terus mewaspadai kondisi selama musim kemarau, lantaran puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September 2024.
“Karena [kemarau] event tahunan, lebih parah [kemarau] tahun kemarin. Agustus masih terkendali, belum kita lihat September seperti apa,” ujarnya.
Tahun lalu menurutnya ada beberapa pembudidaya ikan yang terdampak kekeringan, antara lain di wilayah Sedayu, Banguntapan dan Piyungan. Meski begitu, luas area yang terdampak menurutnya tidak signifikan lantaran hanya berupa spot budidaya ikan.
“Pembudidaya ikan yang menggunakan air irigasi ada yang terdampak [tahun lalu] tapi relatif sedikit. Karena air irigasi kita selalu berbagi dengan petani, [air irigasi] yang diutamakan untuk pertanian,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.