Gunungkidul Belum Tetapkan Siaga Kekeringan, Ini Alasannya
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman memastikan di hari terakhir pendaftaran ada dua pasangan calon yang mendaftar. Hasil pemeriksaan awal, berkas milik Harda Kiswaya-Danang Maharsa dan Kustini Sri Purnomo-Sukamto dinyatakan lengkap dan memenuhi persyaratan.
Ketua KPU Sleman, Ahmad Behaqi mengatakan, Harda-Danang menjadi pasangan pertama mendaftar ke KPU. Pasangan ini diantar oleh relawan dan simpatisan datang mendaftar pada Kamis (29/8/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurut dia, Harda-Danang diusung oleh 12 partai politik di Sleman. Partai-partai ini terdiri dari PDI Perjuangan; PKB, PKS; Gerindra; Golkar; NasDem; PPP.
Selain itu ada Partai Ummat; Gelora; PSI; Partai Buruh dan Demokrat. Total gabungan dari partai politik ini, Harda-Danang mendapatkan dukungan suara sebanyak 638.461 suara sah di Pemilu DPRD Sleman 2024.
“Berkasnya sudah kami periksa dan dinyatakan lengkap dan telah memenuhi persyaratan,” katanya.
Hal yang sama juga berlaku bagi pasangan calon Kustini Sri Purnomo-Sukamto. Baehaqi mengatakan, pasangan ini mendaftar ke KPU pada Kamis sekitar pukul 15.30 WIB.
Berdasarkan syarat dukungan yang masuk, pasangan ini mendapatkan pendukung lima partai politik. Partai yang mengusung terdiri dari PAN; PKN; Perindo; PBB dan Garuda.
“Total dari gabungan partai ini mendapatkan dukungan sebanyak 77.584 suara,” katanya.
Baehaqi menambahkan, persyaratan pencalonan tidak hanya adanya syarat dukungan calon dari partai politik. Namun, juga ada syarat pencalonan yang harus dipenuhi oleh masing-masing pendaftar.
“Sudah kami teliti dan syarat pencalonan juga lengkap dan memenuhi persyaratan,” katanya.
Menurut dia, pasca-pendaftaran, KPU akan melakukan verifikasi administrasi terhadap berkas yang diserahkan oleh pasangan calon. Verifikasi dilakukan untuk memastikan keabsahan terhadap dokumen syarat pencalonan masing-masing calon.
“Verifikasi administrasi ini akan berlangsung hingga 4 September,” katanya.
Anggota KPU Sleman Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilihan, Noor Aan Muhlishoh mengatakan, selain verifikasi administrasi terhadap berkas pencalonan, juga ada pemeriksaan Kesehatan. Sesuai dengan hasil koordinasi pihak RSUD Sleman, pemeriksaan berlangsung dua hari mulai 30-31 Agustus 2024.
“Besok mulai pemeriksaan Kesehatan. Kedua paslon wajib hadir dan teknis pemeriksaan kami serahkan sepenuhnya ke RSUD,” katanya.
Menurut dia, pemeriksaan Kesehatan dilaksanakan meliputi Kesehatan jiwa dan Rohani. Selain itu, juga ada pemeriksaan untuk bebas narkoba. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Samsung kembangkan ponsel layar gulung dengan kamera bergerak adaptif yang mengikuti perubahan ukuran layar.
Ketua LPS Anggito Abimanyu soroti paradoks literasi keuangan di era digital dalam JFF 2026 Jogja.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.