Malioboro Bakal Bebas Rokok Total, Pelanggar KTR Langsung Didenda
Pemkot Jogja percepat revisi Perda KTR. Malioboro jadi kawasan bebas rokok, pelanggar langsung kena denda tanpa sidang.
Pasar Niten./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul berencana mengembangkan Pasar Niten untuk wisata malam hari.
Kepala Bidang Perdagangan, Zona Paramitha menyampaikan saat ini Pasar Niten masih dimanfaatkan masyarakat untuk pasar pagi. Meski begitu, menurut Zona, di sisi barat Pasar Niten masih memiliki potensi untuk dikembangkan.
Menurut Zona, di sisi barat Pasar Niten akan difungsikan untuk pedagang kuliner, tanaman dan ikan hias. Namun, sisi barat Pasar Niten akan beroperasi pada malam hari.
Dia menuturkan saat ini sisi barat Pasar Niten sudah mulai beroperasi pada malam hari. Namun hanya sebatas penjualan barang klitikan. Selain itu, ada pula kopi keliling disana. Menurut Zona animo masyarakat cukup tinggi. Disana ada puluhan masyarakat yang berkunjung setiap hari.
“Kita akan menata food court. Pasar Niten akan melayani di siang hari, di klitikan [sisi barat] Pasar Niten pada malam hari,” ujarnya.
Kemudian, Pasar Niten juga akan dikembangkan untuk lokasi penyelenggaraan beberapa lomba, antara lain lomba burung berkicau. Dengan begitu, menurutnya, akan menarik minat masyarakat untuk singgah di Pasar Niten.
BACA JUGA: Tak Cuma Barang Klithikan, Pasar Niten Bakal Dijadikan Pusat Kuliner dan Kafe Kekinian
“Pasar itu menyesuaikan selera sekarang. Kalau kita tidak ada inovasi seperti itu, pasar akan sulit berkembang,” ujarnya.
Sementara, menurut Zona, pihaknya tengah mendata kios di sisi barat Pasar Niten yang masih kosong. Dari pendataan ada sekitar 17 kios pasar yang kosong.
“Pasar rakyat akan kita fungsikan untuk jualan lagi [kios yang kosong],” ujarnya.
Menurutnya, pihaknya pun berupaya mengidentifikasi beberapa kios yang kosong. Dia pun berupaya menghubungi pengguna kios tersebut. Apabila dalam waktu 90 hari kios tersebut tutup, maka DKUKMPP Bantul akan mencarikan pedagang lain untuk mengisi kios tersebut.
Dengan pengembangan Pasar Niten tersebut, dia berharap dapat meningkatkan omzet pasar rakyat di Bantul.
Sementara Lurah Pasar Niten, Nur Wijaya mengapresiasi rencana tersebut. Dia berharap rencana tersebut akan mampu menghidupkan Pasar Niten malam hari.
"Itu dalam wacana. Kita yang bertugas di lapangan untuk membuat kuliner malam," katanya. (Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja percepat revisi Perda KTR. Malioboro jadi kawasan bebas rokok, pelanggar langsung kena denda tanpa sidang.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 15 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Cuaca DIY hari ini diprediksi didominasi hujan. Sleman berpotensi diguyur hujan sedang dengan kelembapan udara tinggi.