Jelang Iduladha, Pengurusan SKKH di Sleman Justru Sepi Peminat
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Ilustrasi kampanye Pilkada./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul menyampaikan bahwa zonasi kampanye untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gunungkidul 2024 tidak akan jauh berbeda dengan zonasi kampanye Pemilu 2024.
Anggota KPU Gunungkidul, Supami mengatakan zonasi kampanye Pemilu 2024 di Gunungkidul sudah mengalami penyesuaian terhadap zonasi kampanye Pilkada Gunungkidul 2020. “Hasil zonasi Pemilu 2024 kan sudah melalui penyesuaian hasil evaluasi Pilkada 2020. Jadi nanti zonasi kampanye Pilkada 2024 tidak akan banyak berubah,” kata Supami dihubungi, Selasa (3/9/2024).
Meski begitu, Supami menjelaskan tetap ada potensi perubahan zonasi apabila ada masukan dari pihak-pihak berkepentingan seperti partai politik (parpol) atau pemangku kepentingan setempat. Hanya, KPU tidak akan serta merta menerima masukan tersebut.
BACA JUGA: Pilkada Gunungkidul, Ini 9 Kerawanan yang Mengancam
KPU akan berkoordinasi dengan Pemkab ihwal aturan dari Pemkab Gunungkidul mengenai lokasi yang boleh dan tidak boleh digunakan sebagai tempat kampanye sebelum PKPU keluar. “Pemkab tentu punya aturan sendiri. Nanti akan kami sesuaikan dengan PKPU Kampanye,” katanya.
Supami menegaskan SK zonasi tidak boleh bertentangan dengan Peraturan KPU (PKPU). Keduanya saling melengkapi dan menyesuaikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.