PSS Sleman Tak Libur, Pieter Huistra Genjot Fisik Pemain
PSS Sleman tak mengambil libur selama jeda internasional. Pieter Huistra menggenjot fisik pemain dan membenahi setiap lini.
Guguran awan panas Gunung Merapi di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Minggu (21/1/2024). – ist/X @BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah aktivitas vulkanik terpantau terjadi di Gunung Merapi selama sepekan terakhir. Selain awan panas guguran yang beberapa kali teramati, ratusan guguran lava juga masih terus terjadi di Gunung Merapi.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso menjelaskan selama sepekan yakni terhitung 30 Agustus-5 September 2024, setidaknya terjadi empat kali awan panas guguran di Gunung Merapi. Jarak luncur maksimal awan panas yang terjadi mencapai 1,3 kilometer.
BACA JUGA : Gunung Merapi Keluarkan 31 Guguran Lava dalam Enam Jam
"Pada Minggu ini terjadi tiga kali awan panas guguran ke arah barat daya atau hulu Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1.300 meter," ungkap Agus dikonfirmasi pada Minggu (8/9/2024).
Tak hanya awan panas guguran, dalam sepekan lalu ratusan guguran lava juga terpantau terjadi di Gunung Merapi. Bahkan suara guguran sempat terdengar beberapa kali dari pos pemantauan.
"Guguran lava teramati sebanyak 232 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimal 1.800 meter. Suara guguran terdengar tiga kali dari Pos Babadan dengan intensitas kecil hingga sedang," tandasnya.
Dari aspek morfologi kubah, morfologi kubah barat daya diterangkan Agus teramati adanya perubahan. Perubahan ini terjadi lantaran sejumlah faktor mulai dari adanya aktivitas pertumbuhan kubah, guguran lava dan awan panas guguran.
Di sisi lain, morfologi kubah tengah tidak mengalami adanya perubahan morfologi yang signifikan. Berdasarkan analisis foto, volume kubah tengah mencapai 2.366.900 meter kubik sedangkan volume kubah barat daya terukur sebesar 2.777.900 meter kubik.
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, Agus menjelaskan bila saat ini aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa erupsi efusif. "Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat siaga," tegasnya.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.
Pada sektor tengah potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal lima kilometer. "Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak," katanya.
BACA JUGA : Warga Tiga Desa di Klaten Diminta Tak Terlena dengan Status Gunung Merapi
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," ujarnya.
Mengingat potensi bahaya dibatas, masyarakat tegas Agus agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. "Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman tak mengambil libur selama jeda internasional. Pieter Huistra menggenjot fisik pemain dan membenahi setiap lini.
Kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 10,58 juta hingga Agustus 2026, tumbuh 5,38%. Perjalanan wisnus tercatat 842,15 juta.
BRI bersama Eastspring Investments Indonesia menghadirkan tiga reksa dana baru dengan minimum investasi Rp100.000 untuk memperluas pilihan investasi dan menduku
Wagub DIY Paku Alam X melepas 12 atlet SOIna ke Pesonas 2026 di Kupang. Atlet dan pendamping diminta menjaga kesehatan selama kompetisi.
Disdik Sleman mencatat kekurangan 287 guru SD dan SMP. Pemerataan tenaga pendidik dan kerja sama dengan perguruan tinggi disiapkan.
Pertamina mengandalkan B50 untuk menekan impor solar 18 juta kiloliter, menghemat devisa Rp170 triliun, dan mengurangi emisi pada 2026.