Produktivitas Petani Kakao Jadi Penentu Daya Saing Indonesia
Produktivitas petani kakao dinilai menjadi kunci daya saing industri kakao Indonesia. Cargill menekankan pentingnya pelatihan, sertifikasi, dan keberlanjutan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) mencapai ratusan pada Januari-Agustus tahun ini.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul, Feranose Panjuantiningrum menyampaikan terjadi kenaikan kasus DBD pada Januari-Agustus 2024 apabila dibandingkan dengan tahun lalu.
Berdasarkan catatan Dinkes Bantul ada 383 kasus DBD pada Januari-Agustus 2024. Jumlah tersebut telah melebihi jumlah kasus DBD pada 2023 di Bantul yang mencapai 133 kasus.
Jumlah kasus DBD tahun 2024, sebagian besar berada di Kapanewon Pleret dan Imogiri dengan jumlah kasus masing-masing di atas 50 kasus. Sementara di kapanewon lain jumlah kasus DBD di bawah 50 kasus.
Meski begitu, menurut Feranose selama tahun ini, belum ada pasien yang meninggal dunia karena DBD. "Kami belum mengevaluasi [penyebab DBD meningkat] sejumlah itu. Karena di tempat lain [daerah lain] meningkat juga. Di kami [kasus DBD] masih terkontrol [tertangani], tidak ada penumpukan kasus DBD yang sampai tidak dilayani," ujarnya.
Lantaran jumlah kasus DBD meningkat signifikan tahun ini, pihaknya berupaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD.
Dia menuturkan pada awal tahun ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul telah mengeluarkan surat edaran terkait dengan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kasus DBD.
Dalam surat edaran tersebut, perangkat kalurahan, kapanewon, puskesmas dan rumah sakit diminta untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk penyebab demam berdarah. Kemudian, Dinkes Bantul juga mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada puskesmas untuk melakukan deteksi dini DBD.
Dia menuturkan antisipasi penyebaran DBD dilakukan pula dengan melakukan fogging terhadap beberapa wilayah dengan pasien DBD yang tinggi.
BACA JUGA: Orang Sudah Terinfeksi Masih Bisa Terkena DBD Lagi, Ini Penjelasan Pakar
Feranose pun meminta agar pasien yang mengalami gejala demam dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) terdekat. "Kami mewaspadai, ketika ada keluhan ke puskesmas, jangan menunggu-nunggu [memeriksakan diri ke puskesmas]," katanya.
Menurutnya, kecepatan dalam penanganan pasien DBD akan mencegah terjadinya kondisi kegawatan DBD.
Sementara Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiantoro menduga kepadatan penduduk menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah kasus DBD.
Menurutnya, di wilayah padat penduduk akan berpotensi terjadi menjadi tempat perlindungan nyamuk. “Untuk itu kami melakukan penyedikan epidemiologi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produktivitas petani kakao dinilai menjadi kunci daya saing industri kakao Indonesia. Cargill menekankan pentingnya pelatihan, sertifikasi, dan keberlanjutan.
BTS dikabarkan tidak akan mengajukan karya mereka untuk Grammy Awards 2027. Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan pandangan mereka terhadap kategori baru
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Kesulitan tidur? iPhone punya fitur white noise gratis! Aktifkan di Settings, pilih suara alam, dan tidur lebih nyenyak. Simak caranya di sini!
Sebanyak 20 pemain muda Ethiopia dilaporkan menghilang usai mengikuti Gothia Cup 2026 di Swedia. Polisi menyebut mereka diduga pergi atas kemauan sendiri tanpa
China resmi larang warganya berpacaran dengan AI di tengah krisis populasi. Pengguna chatbot patah hati setelah fitur AI pendamping dinonaktifkan