Sosialisasi Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Purwomartani-Maguwo Digelar, Begini Rencana Skemanya

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 11 September 2024 19:27 WIB
Sosialisasi Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Purwomartani-Maguwo Digelar, Begini Rencana Skemanya

Sosialisasi pembangunan jalan Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 2 Paket 2.1 Purwomartani-Maguwo di Kantor Kalurahan Maguwoharjo, Rabu (11/9/2204)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati 

Harianjogja.com, SLEMAN—Sosialisasi pembangunan jalan Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 2 Paket 2.1 Purwomartani-Maguwo mulai dilakukan. Dalam sosialisasi awal ini, kontraktor menjelaskan gambaran umum metode kerja yang kelak bakal diterapkan.

"Sosialisasi pada siang hari ini menyangkut metode kerja. Untuk timeline [pengerjaan] nanti masih ada lagi [sosialisasi]," kata Humas PT. Daya Mulia Turangga (DMT), Agung Murhandjanto ditemui, Rabu (11/9/2024).

Secara garis besar sosialisasi ini beragendakan perkenalan atau kulonuwun dari PT. DMT setelah mendapat kontrak pekerjaan dari PT. Jasamarga Jogja-Solo pada Juni lalu untuk menggarap Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 2 Paket 2.1 Purwomartani-Maguwom

"Artinya, istilahnya kami kulonuwun dari PT. DMT karena setelah menerima kontrak pekerjaan, istilahnya kami sosialisasi ke masyarakat untuk memperkenalkan diri bahwasannya yang bertindak sebagai kontraktor di Paket 2.1 ini adalah dari PT. DMT," ujar dia.

Secara umum konstruksi Tol Jogja-Solo-YIA ruas Purwomartani-Maguwo akan terbagi ke dalam empat segmen. Segmentasi ini berhubungan dengan pembagian zona pengerjaan. 

Bocorannya, penggarapan jalan bebas hambatan ini akan dimulai dari ruas paling timur ke arah paling barat. Praktis penggarapannya akan menyambung dari ujung ruas Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 1 Paket 1.2 Klaten-Purwomartani.

"Nanti kami mulai dari arah timur yang mepet di Paket 1.2 yang ada di Purwomartani baru nanti bergerak ke sini ke arah Maguwoharjo," ujar dia. 

BACA JUGA: Proyek Tol Jogja-Solo Ruas Maguwo-Trihanggo: Pembebasan Lahan Diperluas, IPL Tambahan Segera Diajukan ke Gubernur DIY

Di sisi lain Agung menegaskan jika kontraktor akan meminimalkan dampak lingkungan dari pengerjaan yang dilakukan nanti.  "Kami lebih ke persuasif ke masyarakat. Imbauan bahwa nanti dalam pengerjaan ini kami sedapat mungkin meminimalkan dampak lingkungan," kata dia. 

Dampak debu misalnya, Agung menerangkan nantinya dampak debu ini akan diminimalkan dengan penyiraman air menggunakan tangka air.

Sementara untuk dampak lalu lintas yang bakal muncul, pihak tol akan menempatkan semumlah flag man untuk mengatur arus lali lintas sehingga tidak terjadi kemacetan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online