Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Lokasi yang direncanakan untuk dibangun terminal ekspor di Kulonprogo yang berada di Pasar Seni dan Kerajinan Sentolo.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Rencana pembangunan terminal ekspor di Bumi Binangun Kulonprogo makin matang setelah Detail Engineering Design (DED) proyek ini rampung Agustus lalu. Dalam DED awal diproyeksikan anggaran untuk membangun terminal ekspor ini butuh Rp14 miliar.
Hasil desain pembangunan terminal ekspor yang dibikin Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) itu lalu dirapatkan Pemkab Kulonprogo yang kesimpulannya dilakukan pemangkasan anggaran. Dari Rp14 miliar, DED itu direvisi sehingga anggaran yang dibutuhkan Rp10 miliar.
BACA JUGA : Rekrutmen Pengawas TPS untuk Pilkada Kulonprogo 2024 Dibuka 12 September, Ini Syaratnya
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Kulonprogo, Yuniar Wibowo menjelaskan pada Kamis (12/9/2024) bahwa alasan pemangkasan dana rencana proyek terminal ekspor karena keterbatasan APBD. "Permintaan revisi itu kami lakukan dalam DED, lalu hasilnya Rp10 miliar itu. Kami melakukan pengurangan volume pekerjaan proyek agar sesuai dengan anggaran yang ada," paparnya.
Pembuatan DED itu sendiri memakan dana sebesar Rp90 juta. Yuniar menjelaskan dalam DED final dengan anggaran Rp10 miliar itu fungsi dan fasilitas terminal ekspor masih mendukung tujuan proyek yang diharapkan meningkatkan produk Kulonprogo di pasar internasional.
Yuniar menjelaskan luas bangunan yang akan dibangun untuk terminal ekspor ini jika mengacu pada DED adalah 1.860 meter persegi. Bangunan itu dibangun di lahan seluas 5.018 meter persegi yang lokasinya berada di bekas Pasar Seni dan Kerajinan Sentolo.
Pembangunan terminal ekspor ini belum tentu kapan dilakukan karena DPUPKP Kulonprogo dalam usulan APBD 2025 tak mencantumkannya sebagai pekerjaan yang akan dilakukan tahun depan. "Kalau kami tidak ada item anggaran proyek itu untuk APBD 2025, mungkin malah di Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) atau Dinas Penanaman Modal," ujarnya.
Sementara itu Kepala Disdagin Kulonprogo Sudarna juga tak mengetahui pasti siapa yang akan mengerjakan pembangunannya. "Kami sebatas koordinasi saja, termasuk perencanaan jika sudah rampung dibangun agar nantinya mendukung ekspor produk Kulonprogo," ucapnya.
Selain itu Disdagin Kulonprogo, jelas Sudarna, juga memberikan hibah tanah di lokasi tersebut untuk pembangunan terminal ekspor. "Lahan itu milik Disdagin yang sebelumnya bekas Pasar Seni dan Kerajinan Sentolo, kami arahkan untuk dibangun terminal ekspor," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.