Sampah Menggunung di DAM Winongo, Irigasi Sawah Tersendat
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
Aliansi Bong Suwung Jogja saat mengirim surat ke Presiden RI dan instansi lainnya di kantor Pos Besar Jogja, Senin (9/9/2024). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Bong Suwung yang berlokasi di sisi barat Stasiun Tugu Jogja mengirim surat ke Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi, Komnas HAM RI dan Ombusdman RI lantaran diberikan surat peringatan dari KAI Daop 6 Jogja untuk segera mengosongkan daerah itu untuk pengembangan emplasemen Stasiun Tugu.
Pengiriman surat dilakukan di kantor Pos Besar Jogja pada Senin (9/9/2024). Humas Aliansi Bong Suwung Restu Baskara mengatakan, surat itu dikirim bertujuan untuk meminta keadilan atas kasus yang dialami. Sebab warga Bong Suwung diberikan waktu sampai Rabu 11 September 2024 untuk segera mengosongkan wilayah itu.
BACA JUGA : Warga Minta Pengosongan Bong Suwung Ditunda
"Sebelum surat peringatan itu muncul sudah ada audiensi dengan PT KAI Daop 6 yang kemudian sepakat akan undang KAI pusat untuk bicara soal penggusuran," ucapnya.
Restu menyebut, dalam surat itu pihaknya menjelaskan sejarah dan kronologi kasus yang dialami oleh pihaknya. Selanjutnya juga soal dasar-dasar HAM yang harus dipenuhi negara dalam proses penggusuran. Sebab, kata dia harus ada konsultasi terbuka yang melibatkan pihaknya serta pemberian kompensasi dan relokasi.
"Dalam surat peringatan itu 7 hari setelah menerima surat kami diminta untuk mengosongkan dan kami menerimanya Senin dan 7 harinya itu ya Senin juga," katanya.
Ketua Paguyuban Bong Suwung Jati Nugroho menyatakan, pihaknya meminta ada penangguhan waktu penggusuran dari pihak terkait agar warga di tempat itu bisa mempersiapkan diri pindah ke tempat baru. Hal itu pun sudah jadi kesepakatan dalam pertemuan di DPRD beberapa waktu lalu bahwa keputusan soal Bong Suwung menunggu dari KAI pusat.
BACA JUGA : Pengosongan Bong Suwung: KAI Sudah Peroleh Serat
"Rencananya 12 September 2024 dari KAI pusat akan datang dan saya harap itu harus dihormati apa yang jadi keputusan bersama di DPRD, kalau mereka bilang yang bisa memutuskan dari pusat ya sudah tunggu pusat," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.