Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Gamelan dibunyikan di kompleks Masjid Gedhe Jogja dalam rangkaian Hajad Dalem Sekaten./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Rangkaian peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW digelar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat lewat acara Hajad Dalem Sekaten. Selama sepekan penuh, gamelan sekaten di kompleks Masjid Gedhe ditabuh.
Bicara soal Gamelan Sekaten, Wakil Penghageng II Kawedanan Widya Budaya, KRT Rintaiswara menjelaskan bahwa Gamelan Sekaten merupakan Gangsa Sekati, yakni Kanjeng Kiai (KK) Gunturmadu dan KK Nagawilaga.
Gangsa Sekati dikeluarkan dari dalam Kagungan Dalem Bangsal Trajumas Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat dilakukan pada 5 Mulud malam atau yang disebut dengan prosesi Miyos Gangsa.
Setelah dikeluarkan, Gamelan Sekati akan ditabuh di Pagongan Masjid Gedhe dari 6-11 Mulud, tiga kali sehari. Terdapat setidaknya 68 gendhing dalam ragam gendhing sekaten, 16 di antaranya lazim dilantunkan selama prosesi Sekaten oleh Abdi Dalem Wiyaga KHP Kridomardowo.
“Keenambelas gendhing yang dimainkan yakni rambu, rangkung, andong-andong, lunggadung pel, yahume, rendeng, dhendhang subingah, orang-aring, ngajatun, lenggang rambon, salatun, atur-atur, gliyung, bayemtur, burung putih, dan supiyatun,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (13/9/2024).
KRT Rintaiswara menjelaskan seperangkat Gamelan Sekati yang saat ini dimiliki oleh Kasultanan Yogyakarta merupakan warisan dari Kerajaan Mataram, yaitu Kiai Gunturmadu dan Kiai Guntursari.
Saat Perjanjian Giyanti pada 1755 yang membagi kerajaan Mataram, keduanya dibagi antara Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. “Kiai Gunturmadu diserahkan kepada Kasultanan Yogyakarta, sedangkan Kiai Guntursari diserahkan pada Kasunanan Surakarta. Untuk mengembalikan gamelan pada kelengkapan semula, Kasultanan Yogyakarta membuat putran [duplikasi] dari Kiai Guntursari yang diberi nama Kiai Nagawilaga,” ujarnya.
Dengan latar belakang sejarah tersebut, maka setiap Sekaten berlangsung, gamelan KK Gunturmadu yang usianya lebih tua, selalu diletakkan di Pagongan Kidul, di sebelah kanan Sultan saat beliau duduk di Masjid Gedhe. Sementara KK. Nagawilaga yang dianggap lebih muda, diletakkan di Pagongan Lor.
Adapun, rangkaian Hajad Dalem Sekaten berlangsung sejak Senin (9/9/2024) atau 5 Mulud Je 1958 hingga Minggu (15/9/2024) atau 12 Mulud Je 1958 (12 Rabiulawal 1445 H). “Rentang waktu itulah yang dinamakan dengan Sekaten,” kata KRT Rintaiswara.
Sekaten merupakan Hajad Dalem yang hingga saat ini rutin dilaksanakan Kraton Yogyakarta sejak 5-12 Mulud (Rabi’ul Awal).
Ada pendapat yang menyatakan bahwa Sekaten berasal dari kata Sekati yang merupakan seperangkat gangsa atau gamelan yang diyakini berasal dari Majapahit yang kemudian dimiliki oleh Kerajaan Demak.
“Pendapat lain menyatakan bahwa Sekaten berasal dari kata Syahadatain yang merupakan kalimat untuk menyatakan memeluk Islam. Upacara Sekaten telah dilaksanakan sejak zaman Demak, kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Sekaten diselenggarakan sebagai salah satu dakwah untuk menyebarkan agama Islam,” ujar KRT Rintaiswara.
Untuk tahun ini, setiap harinya, Gamelan Sekaten ditabuh setiap harinya selama Hajad Dalem Sekaten pada pukul 08.00-11.00; 14.00-17.00; dan 20.00-23.00. Gamelan tak akan ditabuh pada malam jumat yakni mulai kamis petang hingga jumat pagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ruben Onsu dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian korban mencapai Rp3,5 miliar.
Pemain aktif dan mantan pemain mendesak perubahan di FIFA di tengah tekanan terhadap Gianni Infantino dan kontroversi FFE.
DPRD Bantul mendukung pengangkatan guru P3K penuh waktu pada 2027, tetapi meminta kepastian pendanaan agar APBD tetap sehat.
Persija Jakarta resmi melepas Gustavo Almeida jelang Super League 2026/2027 setelah tiga musim dan mencetak 31 gol dari 55 laga.
Ranking BWF terbaru menempatkan Putri Kusuma Wardani di peringkat ketujuh dunia setelah Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi.