Kelok 23 Gunungkidul Belum Dilirik Investor, Ini Alasannya
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Pemotor melintas di depan Pasar Godean yang belum lama ini diresmikan oleh Presiden Jokowi, Rabu (4/9/2024). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perhubungan telah menyiapkan lokasi parkir untuk mendukung operasional di Pasar Godean. Diperkirakan kantong-kantong parkir ini mampu menampung 850 motor dan 108 kendaraan roda empat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perparkiran, Dinas Perhubungan Sleman, Wahyu Slamet mengatakan, rencana boyongan pedagang dari pasar darurat ke Pasar Godean jalan terus. Meski kewenangan berada di Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pihaknya ikut dilibatkan dalam pelaksanaannya karena mendapat tugas untuk mengurusi lahan parkirnya.
Menurut dia, sudah ada rencana dari Pemkab membangun fasilitas parkir permanen dengan memanfaatkan lahan di bekas pelatihan Kesehatan di belakang pasar. Namun, pelaksanaan baru direalisasikan tahun depan, meski pemerataan sudah dilakukan mulai saat ini.
“Tahun depan bari dibangun,” katanya saat dihubungi, Kamis (26/9/2024).
Kendati demikian, sambung Wahyu, hal tersebut bukan masalah karena rencana pengoperasian tetap dilaksanakan dalam waktu dekat. Pihaknya juga sudah mengidentifikasi, lokasi mana saja yang bisa menjadi kantong-kantor parkir sementara.
Berdasarkan kajian yang dilakukan, lokasi kantor parkir di antaranya berada di pojok timur pasar hobbies bisa dipergunakan parkir mobil dan motor. Selanjutnya di utara pasar, ada rumah warga yang sudah digunakan parkir, sebelum dilakukan pembangunan Pasar Godean.
Di sisi barat ada lokasi parkir yang berada di area Toko Matahari dan Toko Purnama kegiatan. Adapun di sisi selatan ada area parkir di Toko DSM dan milik warga yang mampu menampung sekitar 100 motor.
BACA JUGA: Fasilitas Belum Lengkap, Pedagang Belum Mau Tempati Pasar Godean yang Baru
“Di pojok barat laut pasar juga ada ruang yang bisa parkir motor. Untuk droping kendaraan barang bisa memanfaatkan jalan yang ada di sisi utara dan timur pasar,” katanya.
Menurut dia, lokasi parkir bisa bertambah karena setelah lahan bekas balai pelatihan Kesehatan selesai diratakan juga bisa digunakan parkir. “Kami perkirakan dengan kantong-kantong ini bisa memuat hingga 866 sepeda motor dan mobil sebanyak 108 unit,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih membenarkan adanya rencananya boyongan pedangan dari pasar darurat ke Pasar Godean yang sudah selesai dibangun. Ditargetkan pada Oktober mendatang pindahan sudah bisa dilakukan.
Hal itu disebabkan karena ada proses penyiapan yang harus diselesaikan, seperti ploting zonasi, sosialisasi penempatan hingga pengundian tempat jualan yang mencapai lebih dari 1.800 tempat. “Jadi butuh proses, tapi mudah-mudahan Oktober sudah bisa pindahan,” katanya.
Disinggung mengenai lokasi parkir yang belum ada, Mae tidak menampik tempat parkir permanen baru dibangun di tahun depan. Kendati demikian, hal tersebut bukan menjadi masalah dikarenakan, sudah ada koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk penyiapan kantong parkir sementara bagi pedagang maupun pengunjung di Pasar Godean.
“Untuk kantong parkir sudah dipersiapkan oleh dinas perhubungan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal hingga 15 Agustus 2026 dengan 3.607 korban. Sebanyak 239 orang meninggal dan 203 hilang.