Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Para takmir Masjid Al-Hidayah yang berhasil masuk tiga besar Anugerah Masjid Percontohan Dan Ramah (Ampera) yang diselenggarakan Kementerian Agama RI 2024. Dok Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Masjid Al-Hidayah di Padukuhan Gunung Gempal, Kalurahan Giripeni, Wates masuk tiga besar ajang Anugerah Masjid Percontohan Dan Ramah (Ampera) yang diselenggarakan Kementerian Agama RI 2024. Masjid dari Kulonprogo ini bersaing dengan dua masjid lain dari Kalimantan Timur dan Aceh untuk mendapat anugrah masjid ramah duafa dan musafir.
Tampilnya Masjid Al-Hidayah pada ajang tingkat nasional itu mewakili DIY. Berhasilnya masuk tiga besar Ampera 2024 membuat takmir masjid ini diundang menghadiri acara puncaknya di Solo pada awal Oktober mendatang bersama masjid di seluruh Indonesia lainnya.
BACA JUGA : Masjid Jogokaryan Terima Kunjungan Relawan Kemanusiaan dan Pengungsi Gaza
Ketua Takmir Masjid Al-Hidayah, Alip Mulyono mengaku bangga atas capian tersebut. Ia menejelaskan raihan ini memotivasi seluruh takmir masjidnya untuk memberikan layanan lebih maksimal lagi terutama untuk musafir dan dhuafa.
Alip menjelaskan program ramah musafir dan dhuafa yang dijalankan Masjid Al-Hidayah sudah lama dilakukan. Tepatnya sejak 2020 silam, latar belakang layanan itu karena lokasi masjid ini strategis bagi pejalan jauh untuk mampir beribadah dan istirahat.
Letak Masjid Al-Hidayah tepat di sisi utara Jl. Wates yang menghubungkan Jogja dan Purworejo banyak dipakai musafir. "Sebelum 2020 itu juga sudah melayani musafir, tetapi terprogramkan secara rutin termasuk menyediakan kamar sejak 2020, ini semata-mata untuk meningkatkan akses ibadah masyarakat luas," katanya.
Torehan Ampera 2024 dengan masuk tiga besar, lanjut Alip, bukanlah target utama. "Melainkan target utama kami untuk senantiasa meningkatkan pelayanan, melalui prestasi ini kami harap makin banyak donatur yang bersimpati agar pendapatan masjid bertambah supaya layanan meningkat," jelasnya.
Prestasi Masjid Al-Hidayah ini berkat berbagai pihak terutama masyarakat Padukuhan Gunung Gempal yang senantiasa mendukung program para takmir masjid disana. "Termasuk juga Kemenag Kulonprogo yang memfasilitasi kami ikut program ajang ini, kedepan semoga makin bermanfaat apa yang kami lakukan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.