Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Kondisi Bendungan Grembyangan, Madurejo, Prambanan yang terjadi pendangkalan dan ditumbuhi enceng gondok. Kamis (3/10/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Bendungan Grembyangan di Kalurahan Madurejo, Prambanan kondisinya memprihatinkan. Selain tumpukan sendimentasi yang parah, kawasan tersebut kini juga dipenuhi tanaman enceng gondok.
Salah seorang warga di Padukuhan Grembyangan, Madurejo, Purwanto mengatakan, kondisi bendungan sudah tidak normal karena butuh pengerukan.
Hal ini terlihat dari proses sedimentasi yang semakin parah sehingga mengalami pendangkalan. “Ya kalau semakin dangkal, maka tampungan airnya juga berkurang,” katanya, Kamis (3/10/2024).
Padahal menurut dia, keberadaan bendungan juga sangat dibutuhkan untuk saluran irigasi pertanian di wilayah Madurejo. “Memang irigasinya masih jalan, tapi alangkah baiknya sedimentasi di bendungan bisa dikeruk agar normal,” kata Purwanto.
Dia mengakui permasalahan di bendungan tidak hanya sedimentasi. Pasalnya, di area penampungan air ini juga dipenuhi tanaman enceng gondong yang memenuhi aliran Sungai Opak ini.
“Eceng gondok sudah sangat parah karena sudah menutupi aliran sungai dari atas. Harapannya itu bisa dibersihkan agar pemandangan semakin indah,” katanya.
Carik Madurejo, Prambanan, Hartoto Wahyudi mengatakan, kondisi di Bendungan Grembyangan tidak baik karena banyak ditumbuhi enceng gondok. Di sisi lain, sedimentasi juga parah karena terjadi pendangkalan akibat aliran pasir dari Gunung Merapi.
“Kondisinya memang seperti itu. Padahal sudah ada rencana dibentuk tempat wisata, tapi sampai saat ini belum dijalankan,” katanya.
Menurut dia, masalah sedimentasi bendungan sebenaranya sudah dilakukan penanganan secara rutin oleh Pemda DIY. Upaya pengerukan untuk normalisasi bendungan sudah dilakukan, tapi setiap turun hujan terus terjadi sendimentasi karena aliran pasir Merapi.
“Hampir setiap dua tahun tahun sekali ada pengerukan. Mungkin bisa dilihat di sisi timur bendungan ada tumpukan tanah yang berasal dari pengerukan bendungan. Setelah dikeruk, pendangkalan terjadi lagi,” katanya.
Meski demikian, ia berharap ada solusi jangka panjang sehingga area bendungan bisa dimanfaatkan apabila kondisinya normal.
“Yang tahu persis solusinya adalah orang teknis yang membidangi. Tapi, harapannya bisa kembali normal sehingga bisa dimanfaatkan seperti kapal-kapalan wisata, kalau seperti sekarang jelas tidak bisa karena dangkal dan banyak enceng gondok,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.