Kebakaran Lahan Melonjak di Bantul Petugas Temukan Pola Berulang
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Sajian hasil olahan ikan dalam Lomba Masak Serba Ikan Peringatan Hari Ikan Nasional, Jumat (4/10/2024)./Istimewa-Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mendorong masyarakat memaksimalkan konsumsi ikan untuk mencegah stunting. DIY masih perlu menurunkan lagi sebesar 2% angka stunting agar bisa menyentuh angka 14%. Ikan memiliki kandungan protein tinggi yang dinilai mampu membantu memenuhi gizi anak.
Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono menuturkan ikan termasuk komoditas yang mudah dikreasikan menjadi berbagai makanan olahan, sehingga lebih variatif saat dihidangkan.
Pemerintah juga telah menetapkan pendekatan keluarga sebagai kunci masalah stunting dan gerakan makan ikan dapat dibiasakan dari keluarga. “Ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein tinggi dan memiliki kandungan asam lemak, Omega 3, Omega 6 dan Omega 9, sangat relevan sebagai salah satu sumber gizi untuk mendukung program pencegahan dan penanganan stunting," katanya pada Lomba Masak Serba Ikan Peringatan Hari Ikan Nasional, Jumat (4/10/2024).
Wakil Ketua I TP PKK DIY GKBRAyA Paku Alam mengatakan kegiatan Lomba Masak Serba Ikan ini dilaksanakan setiap tahun untuk memasyarakatkan gemar makan ikan bagi masyarakat di DIY.
Sesuai data, konsumsi ikan di DIY masih cukup rendah, yaitu 35,83 kg/kapita/tahun. “Dengan media salah satunya Lomba Masak Serba Ikan ini mempunyai tujuan untuk mengajak, memotivasi, mendorong masyarakat untuk Gemar Makan Ikan," katanya.
Menurutnya, gizi pada ikan yang tinggi dapat mendukung program peningkatan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan dan untuk anak-anak di bawah umur 2 tahun dalam rangka pembentukan kualitas sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing.
Ikan juga ditetapkan sebagai bahan pangan sehat dalam rangka mendukung gerakan masyarakat hidup sehat. “Konsumsi ikan diharapkan dapat berperan dalam menangani bebas penyakit, sehingga dapat mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas," ujar dia.
BACA JUGA: Diseminasi Data Keluarga Risiko Stunting 2024 untuk Percepatan Penurunan Stunting
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bayu Mukti Sasongka mengatakan kegiatan lomba ini merupakan rangkaian menyambut Hari Ikan Nasional yang jatuh setiap 21 November.
Dalam kegiatan ini pula dilakukan pula program sosialisasi yang menyasar ibu, anak, dan keluarga untuk meningkatkan kegemaran makan ikan. “Beragam kegiatan juga telah kami gelar sebagai upaya kampanye gemar makan ikan. Mulai dari pelatihan pengolahan ikan hingga pameran produksi kelautan dan perikanan. Kami pun berharap kegiatan gemar makan ikan mampu berkontribusi menurunkan angka stunting di DIY.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.