Kasus ISPA di Bantul Masih Tinggi, Dinkes Minta Warga Waspada
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Suasana talkshow bertajuk micro tuneling solusi modern menghadapi tantangan konstruksi bawah tanah di kota metropolitan yang digelar pada Selasa (8/10/2024) di Jogja./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja disebut-sebut bisa memakai teknologi micro tunneling sebagai solusi meningkatkan kualitas air bawah tanah yang semakin lama semakin tergerus. Dengan teknologi ini, kebutuhan masyarakat atas air yang optimal tentu bakal terlayani apalagi pipa PDAM Jogja telah berusia ratusan tahun.
Hal itu mengemuka dalam talkshow bertajuk Micro Tuneling Solusi Modern menghadapi tantangan konstruksi bawah tanah di kota metropolitan yang digelar pada Selasa (8/10/2024) di Jogja.
Keberhasilan Pemda DKI Jakarta dalam membangun pipa bawah tanah dijelaskan dalam acara ini.
Diketahui micro tunneling merupakan proses membangun sebuah terowongan kecil menggunakan mesin bor. Biasanya proses ini akan dikombinasikan menggunakan teknik pipe jacking guna memasang pipa di bagian bawah tanah.
Sejumlah proyek strategis nasional (PSN) yang berkaitan dengan bawah tanah banyak menggunakan teknologi ini.
Kasatker PPP Wilayah II Jakarta Metropolitan, Qurrotu Ainy mengatakan kualitas air semakin lama semakin buruk di kota besar. Hal ini disebabkan oleh munculnya penyakit terkait adanya bakteri e coli.
Maka untuk menjawab layanan air bersih warga pembangunan pengolahan limbah dan Sistem penyediaan air minum (SPAM) harus dilakukan. "Sekarang kami sedang membangun SPAM Jatiluhur dan Jakarta sewerage zona 1 sudah dilaksanakan dari 2023 dan berakhir 2027 memang panjang karena melayani tiga kota," katanya.
Untuk pembangunan air limbah atau Jakarta Sewerage terdapat 15 zona dan sudah dibangun di zona 0 dengan prioritas di zona 1 yang sedang proses bangun dan zona 6 proses pengadaan barang dan jasa. Zona 1 rencananya akan mengolah air limbah dengan kapasitas 240.000 m³ dengan lahan 3,9 hektare dan melayani hampir 1 juta jiwa.
"Itu pakai teknologi A20 dan MBR rencananya teknologinya beda dengan yang lain karena lahan terbatas," jelasnya.
Sementara untuk SPAM Jatiluhur nantinya mampu menghasilkan air sebanyak 4. 750 liter per detik dengan dibawa hanya 4.000 liter per detik ke Jakarta.
Adapun proses pembangunannya memakai sistem Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang di hulu sementara hilir pakai dana APBN.
"SPAM Jatiluhur rencananya melayani dua kota yakni Jakarta Utara dan Jakarta Timut. Total pipa yang dibangun 69 km. Dan 10 Oktober kami akan Commercial Operation Date dengan mampu melayani 12.000 KK.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Jadwal SIM Keliling dan Samsat Malam SSA Bantul Agustus 2026 lengkap dengan syarat perpanjangan SIM serta layanan PKB tahunan.
Jadwal SIM Keliling Sleman Agustus 2026 lengkap di SCH, MPP, dan SIMMADE beserta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta biaya resmi.
Amazon untuk pertama kalinya menembus kapitalisasi pasar US$3 triliun setelah sahamnya melonjak berkat kinerja AWS dan optimisme bisnis AI.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 4 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.