Pedagang Tuna Netra Kini Bisa Jualan Tetap di Pasar Ngasem
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
Pemakaman - Ilustraso/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Fenomena kasus bunuh diri tengah marak beberapa waktu terakhir di wilayah DIY. Dalam seminggu terakhir terdapat enam kasus di berbagai tempat dan sampai dengan Oktober ini total ada 52 kasus bunuh diri di seluruh DIY
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan, dari 52 kasus itu terbanyak ada di Gunungkidul, Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Kota Jogja. Namun pihaknya enggan merinci berapa jumlah detail kasus di tiap kabupaten kota.
BACA JUGA: Cegah Bunuh Dini, Peran Media Perlu Dioptimalkan
"Di Gunungkidul lebih banyak karena masalah faktor ekonomi. Kemudian masalah penyakit yang tidak sembuh-sembuh dan rata-rata usianya di atas 50 tahun," katanya, Kamis (10/10/2024).
Sementara di Sleman akar masalahnya yakni faktor ekonomi, konflik, dan ada juga akibat pemuda yang kepribadian introvert termasuk masalah pinjaman online atau pinjol serta penyakit kronis dengan rentang umur 20-60 tahun.
"Upaya untuk menekannya kami sudah melakukan edukasi. Kami juga pernah melatih kader kesehatan jiwa, khususnya kader kesehatan jiwa ini diminta untuk mendampingi pasien yang gangguan jiwa," ujarnya.
Pasien rumah sakit jiwa yang telah kembali ke masyarakat dipantau kondisinya untuk memastikan obat yang dikonsumsinya rutin, termasuk kesiapan masyarakat untuk menerima kembali pasien tersebut. Sebab lingkungan yang nyaman bagi mantan pasien rumah sakit jiwa sangat penting.
"Kami juga bekerja sama dengan beberapa kampus melakukan seminar dan melakukan literasi juga," jelasnya.
BACA JUGA: Tips Cegah Ide Bunuh Diri, Jaga Tubuh Aktif dan Terkena Sinar Matahari
Di sisi lain, upaya skrining kesehatan jiwa juga terus digalakkan. Pada saat event tertentu pihaknya membuka stand pojok skrining kesehatan jiwa untuk mengidentifikasi sejak awal guna mencegah kasus yang merugikan.
"Ini yang kami kuatkan kalau orang pergi memeriksakan jiwanya bukan karena dia sakit jiwa, justru karena dia ingin sehat jiwanya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.