DLH Sleman Larang Limbah Kurban Masuk Sungai
DLH Sleman melarang limbah penyembelihan hewan kurban dibuang ke sungai demi mencegah pencemaran lingkungan saat Iduladha.
Wisatawan sedang menikmati suasana sore di Embung Kebun Buah Nglanggeran pada Selasa (2/1/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa pembangunan tempat parkir Kawasan Desa Wisata (DW) Nglanggeran terus berlangsung tanpa hambatan. Tempat parkir yang berada tepat di pinggir jalan Tawang – Ngalang ini akan memicu geliat perekonomian warga sekitar.
Kepala Dispar Gunungkidul, Oneng Windu Wardana mengatakan deviasi pembangunan tempat parkir tersebut hampir mendekati nol. Artinya, pembangunan sudah sesuai time schedule.
“Deviasi pembangunan hanya nol koma sekian. Target selesai pembanguan sesuai time schedule November 2024,” kata Windu dihubungi, Minggu, (13/10).
Guna memastikan dan memantau progress pembangunan, Dispar rutin melakukan rapat dua pekan sekali. Apabila progress sudah mencapai 70%, mereka akan melakukan rapat sepekan sekali hingga penyerahan pekerjaan.
Pembangunan tempat parkir di atas lahan sekitar 7000 meter persegi tersebut dilakukan sejak Agustus 2023 dengan kontrak awal 24 Juli 2023. Pembangunan dilakukan dua tahap. Pembangunan awal merupakan pembangunan fisik dan tahap kedua penyempurnaan.
BACA JUGA: Perluasan Tempat Parkir di Kawasan Wisata Nglanggeran Gunungkidul Dilanjutkan
Anggaran yang digunakan berasal dari dana keistimewaan. Adapun plafon anggaran mencapai Rp12 miliar. Sebab ada efisiensi, maka ada penurunan alokasi. Rinciannya tahap I menghabiskan Rp4 miliar dan tahap II Rp6 miliar. “Kalau sekarang mungkin sudah sekitar 50 persen progress pembangunannya,” katanya.
Menurut Windu, tempat parkir ini nantinya akan jadi pemberhentian pertama sebelum wisatawan dibawa berkeliling DW Nglanggeran menggunakan shuttle.
Fasilitas yang ada di tempat parkir tersebut ada pendopo, joglo, mushola, gazebo, dan tenant UMKM. Di depan tempat parkir nantinya akan dipasang batu dari DW Nglanggeran sebagai penanda Kawasan Geopark Gunung Sewu.
Windu menjelaskan Dispar telah membuat persiapan agar setelah pembangunan selesai, tempat parkir dapat langsung beroperasi tanpa jeda waktu yang lama. Dengan begitu, perekonomian warga dapat langsung bergerak.
“Harapan kami meski aset milik Pemda, pengelolaan bisa dilakukan oleh Dewa Wisata,
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, Mursidi mengatakan Pokdarwis akan mempersiapkan penjemputan wisatawan dari tempat parkir menggunakan shuttle.
“Kami nanti akan menempatkan juga pemandu wisata di tempat parkir itu. Intinya kami memanfaatkan tempat parkir itu,” kata Mursidi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Sleman melarang limbah penyembelihan hewan kurban dibuang ke sungai demi mencegah pencemaran lingkungan saat Iduladha.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.