Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Ilustrasi menu makan siang gratis - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pendidikan Sleman mencatat ada tujuh SD dan dua TK yang menjadi percontohan makan bergizi gratis di Bumi Sembada. Adapun uji coba sudah berlangsung di akhir September 2024 lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana mengatakan, uji coba makan siang atau makan bergizi gratis di Sleman sudah dilangsungkan. Kendati demikian, dinas hanya bersifat memantau didalam pelaksanaan tersebut.
“Ada pihak ketiga yang melaksanakan program ini, sedangkan kami hanya memantau. Untuk uji coba sudah dilaksanakan,” katanya, Selasa (15/10/2024).
BACA JUGA : Sudah Berjalan 3 Hari, Pelaksanaan Uji Coba Makan Siang Gratis di Bantul Berjalan Lancar
Meski demikian, untuk detail sekolah yang menjadi percontohan makan bergizi gratis, Ery meminta menghubungi Bidang Sekolah Dasar yang menangani. “Detailnya ada di bidang. Di sana ada detail terkait dengan sekolah mana saja yang menjadi percontohan di Kabupaten Sleman,” kungkap dia.
Terpisah, Kepala Bidang SD, Rira Meuthia mengatakan, pelaksanaan uji coba makan bergizi gratis dari Presiden Terpilih, Prabowo Subianto sudah terlaksana di akhir September lalu. Pelaksanaan berlangsung selama tiga hari dengan memberikan makanan kepada anak-anak di sekolah yang telah ditunjuk.
“Sudah terlaksana uji cobanya,” kata Meuthia.
Menurut dia, uji coba kesemuanya berlangsung di sekolah dan TK di Kapanewon Gamping. SD yang dipilih antara lain SD Negeri Nyamplung; SD Negeri Tegalyoso; SD Muhammadiyah Ambar Ketawang 1, 2 dan 3.
Selain itu, ada juga di SD Negeri Mancasan dan Gamping. Adapun untuk TK, uji coba dilaksanakan di TK ABA Bodeh dan ABA Gamping.
Meuthia menjelaskan, pelaksanaan program ini adalah Indonesia Food Security Review bekerjasama dengan PT Sari Husada. Adapun tugas dinas hanya sebatas memantau pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Untuk pemantauan kami tidak sendiri karena melibatkan dinas kesehatan dengan ahli gizi yang dimiliki guna memastikan dapat berjalan dengan baik. Dari sisi pemenuhan gizi dari makanan yang diperlukan hingga pelaksanaan program,” katanya.
Disinggung mengenai makanan yang diberikan, ia mengakui ada foto terkait dengan menu. Hanya saja, Meuthia hanya memberikan Gambaran bahwa ada nasi berserta lauk dan pemberian susu.
“Detailnya ada di tim yang menangani. Tapi, yang jelas untuk uji coba makan gratis sudah dilaksanakan di sekolah di Sleman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Kawasan wisata Bromo kembali dibuka 20 Agustus 2026 setelah kebakaran hutan dipadamkan. Pengunjung diminta mencegah sumber api.
Ribuan warga Kulonprogo memadati Alun-Alun Wates menyaksikan pawai HUT ke-81 RI yang diikuti 97 kontingen sekolah dan OPD.
BMKG mencatat 3.055 gempa susulan di Flores setelah gempa M7,7. Terbesar M6,2, sementara BNPB siapkan bantuan rumah warga terdampak.
Dishub Jogja menegaskan target pendapatan parkir harus tetap menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo membeberkan hasil uji laboratorium terkait dugaan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah