Hipertensi Gunungkidul Tertinggi di DIY Capai 39,25 Persen
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.
Vokalis Goliath Ary Irawan bersama dua anaknya dan Trah HB II Widihasto Wasana Putra bergambar bersama seusai sesi pengenalan lagu tentang HB II di Jogja, Kamis (17/10/2024) / Harian Jogja - Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA – Ary Irawan, vokalis band Goliath bersama anak-anaknya meluncurkan sebuah lagu yang bertujuan untuk memperkenalkan sosok Sultan HB II kepada generasi muda. Lagu ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak muda untuk lebih mencintai sejarah bangsa, khususnya sejarah Kesultanan Jogja.
Ary menjelaskan bahwa lagu yang mereka ciptakan mengisahkan sisi romantisme dari sosok Sultan HB II. “Kami terinspirasi dari kisah cinta beliau di masa muda. Lirik lagu ini ringan dan mudah diingat, sehingga diharapkan dapat menarik minat pendengar dari berbagai kalangan,” kata Ary, Kamis (17/10/2024).
Proyek pembuatan lagu ini juga memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu mendukung upaya penetapan Sultan HB II sebagai pahlawan nasional. “Kami berharap lagu ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan sosok beliau kepada masyarakat luas dan meningkatkan dukungan terhadap upaya penetapan beliau sebagai pahlawan nasional,” ujarnya.
BACA JUGA: Momentum 212 Tahun Geger Sepehi, Sri Sultan HB II Resmi Didaftarkan Pahlawan Nasional
Sementara Trah HB II Widihasto Wasana Putra menyebutkan bahwa di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, penting bagi generasi muda untuk mengenal akar budaya dan sejarah bangsanya sendiri. “Dengan mengenal sejarah, kita dapat lebih menghargai identitas dan jati diri sebagai bangsa,” katanya.
Lagu ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengkomunikasikan sejarah kepada generasi muda. Melalui musik, sejarah tidak hanya menjadi pelajaran yang membosankan, tetapi juga menjadi sesuatu yang menyenangkan dan inspiratif.
Widihasto mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan terhadap minimnya minat generasi muda terhadap sejarah. “Ada banyak cara untuk belajar sejarah, dan saya melihat musik sebagai salah satu cara yang efektif untuk menjangkau anak-anak muda,” ujarnya.
Melalui lagu ini, Widihasto berharap dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap sejarah bangsa. “Ini adalah salah satu metode pendidikan yang bagus. Musik dapat menjadi media yang mudah diakses dan dinikmati oleh semua kalangan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.