2.500 Personel Brigade Komando Sakera Meriahkan HUT RI di JEC
Brigade Komando Sakera mengerahkan lebih dari 2.500 personel dalam HUT ke-81 RI di JEC sekaligus memperkuat konsolidasi warga Madura.
Proses pembangunan kolam pelabuhan Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul, Senin (31/7/2023). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan Pelabuhan Pendaratan Pantai (PPP) Gesing, yang merupakan pelabuhan ikan terbesar kedua di Kabupaten Gunungkidul telah rampung. Proyek ambisius ini diharapkan mampu mendongkrak sektor perikanan di wilayah tersebut dan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Bayu Mukti Sasongko menjelaskan PPP Gesing yang terletak di Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul, telah dimulai sejak awal tahun 2020. Pembangunan fisik dan konstruksi dimulai pada tahun 2022 dengan anggaran mencapai Rp152,5 miliar dari Dana Keistimewaan.
BACA JUGA : Rampung Dibangun, Pelabuhan Gesing di Gunungkidul Segera Diresmikan Gubernur DIY
PPP Gesing dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern untuk menunjang aktivitas perikanan, seperti kolam dan dermaga yang luas, gedung tempat pelelangan ikan, sarana MCK umum, power house, musala, gedung pengepakan ikan, dan pos jaga. Kolam yang memiliki kedalaman 3,5 meter ini mampu menampung hingga 40 kapal sekoci dan 50 perahu motor tempel.
"Dengan kapasitas produksi yang cukup besar, PPP Gesing diperkirakan mampu menyumbang 5.000 ton ikan tangkap per tahun. Hal ini tentu saja akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, terutama para nelayan," katanya, Minggu (20/10/2024).
Menurut Bayu, pemilihan Pantai Gesing sebagai lokasi pembangunan pelabuhan didasarkan pada beberapa pertimbangan, salah satunya adalah kondisi geografis yang mendukung aktivitas pelabuhan. Teluk Gesing yang menghadap ke Samudera Hindia memiliki gelombang yang relatif tenang, sehingga aman bagi aktivitas kapal. Selain itu, hasil studi menunjukkan bahwa sedimentasi di dasar laut Teluk Gesing rendah, sehingga mengurangi risiko pendangkalan alur pelayaran.
“Kolam PPP Gesing akan menampung kapal sekoci sebanyak 40 kapal, serta perahu motor tempel sebanyak 50 PMT,” ujarnya.
Kapasitas produksi untuk PMT diproyeksikan sebesar 1.600 ton per tahun, sedangkan kapal 10-30 GT sebesar 4.320 ton per tahun, sehingga estimasi total nilai produksi dari PPI Gesing adalah sebesar Rp88,80 miliar per tahun dengan estimasi rata-rata harga penjualan ikan Rp15 ribu per kilogram.
Selama proses pembangunan, sempat muncul kendala berupa ditemukannya sumber air tawar di lokasi proyek. Kendala ini sempat menghambat proses pengerjaan, tapi akhirnya dapat diatasi.
Koordinator Hubungan Masyarakat Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji menyebut, setelah melalui berbagai tantangan, PPP Gesing diproyeksikan akan diresmikan pada Oktober 2024 oleh Gubernur DIY. Peresmian ini diharapkan dapat menjadi momentum baru bagi pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Gunungkidul dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
BACA JUGA : Sabar, PPI Gesing Gunungkidul Baru Bisa Menampung Kapal 20 GT, Ini Penyebabnya
"Dengan adanya PPP Gesing, diharapkan sektor perikanan di Kabupaten Gunungkidul dapat semakin berkembang. Selain itu, pelabuhan ini juga berpotensi menjadi destinasi wisata baru yang menarik, terutama bagi wisatawan yang tertarik dengan aktivitas perikanan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Brigade Komando Sakera mengerahkan lebih dari 2.500 personel dalam HUT ke-81 RI di JEC sekaligus memperkuat konsolidasi warga Madura.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 20 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.