Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ikan goreng - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul meluncurkan Sentra Olahan Ikan Bantul (SOHIB) Food di halaman Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Jumat (25/10/2024).
SOHIB Food ini merupakan bagian dari upaya Pemkab setempat dalam memfasilitasi pelaku usaha ikan dalam memasarkan produk, mendekatkan produk olahan ikan ke masyarakat sehingga diharapkan dapat meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Istriyani menyatakan bahwa tujuan dari peluncuran SOHIB Food adalah untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat, memperkuat kapasitas produksi olahan ikan, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan para pelaku perikanan di Bantul.
“Kami ingin masyarakat lebih mengenal dan menikmati berbagai olahan ikan yang bergizi,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul
Di gerai SOHIB Food, pengunjung dapat menemukan berbagai produk olahan ikan, antara lain lele, wader, belut, dan berbagai frozen food yang siap saji. Gerai ini diharapkan menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan produk olahan ikan yang praktis dan sehat untuk disajikan di rumah.
BACA JUGA: Konsumsi Ikan di Bantul Diklaim Terus Meningkat
Istriyani menyatakan SOHIB Food ini sejalan dengan program Gemarikan yang mengajak masyarakat untuk gemar mengonsumsi ikan demi generasi yang sehat dan cerdas.
"Dengan adanya SOHIB Food, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengonsumsi ikan dan mendukung perekonomian lokal," tandasnya.
Sementara itu, Pembina Mutu Pengolahan Perikanan Ahli Muda, Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul, Doni M. Irawan mengatakan tren konsumsi ikan di Bantul mengalami kenaikan dari tahun ke tahun seiring dengan gencarnya promisi dan gerakan gemar mengkonsumsi ikan. Ia mencatat tahun 2022 konsumsi ikan di Bantul mencapai 31,32 kg per kapita per tahun. Kemudian tahun 2023 meningkat menjadi 31,59 kg per kapita per tahun.
Tahun 2024, pihaknya menargetkan konsumsi ikan di Bantul mencapai 31,65 kg per kapita per tahun.“Setiap tahun kami ada target [meningkatkan konsumsi ikan], dalam dua tahun terakhir kami selalu melebihi target. Kami terus mengkampanyekan gemar makan ikan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.