Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Ikan goreng - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul meluncurkan Sentra Olahan Ikan Bantul (SOHIB) Food di halaman Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Jumat (25/10/2024).
SOHIB Food ini merupakan bagian dari upaya Pemkab setempat dalam memfasilitasi pelaku usaha ikan dalam memasarkan produk, mendekatkan produk olahan ikan ke masyarakat sehingga diharapkan dapat meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Istriyani menyatakan bahwa tujuan dari peluncuran SOHIB Food adalah untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat, memperkuat kapasitas produksi olahan ikan, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan para pelaku perikanan di Bantul.
“Kami ingin masyarakat lebih mengenal dan menikmati berbagai olahan ikan yang bergizi,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul
Di gerai SOHIB Food, pengunjung dapat menemukan berbagai produk olahan ikan, antara lain lele, wader, belut, dan berbagai frozen food yang siap saji. Gerai ini diharapkan menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan produk olahan ikan yang praktis dan sehat untuk disajikan di rumah.
BACA JUGA: Konsumsi Ikan di Bantul Diklaim Terus Meningkat
Istriyani menyatakan SOHIB Food ini sejalan dengan program Gemarikan yang mengajak masyarakat untuk gemar mengonsumsi ikan demi generasi yang sehat dan cerdas.
"Dengan adanya SOHIB Food, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengonsumsi ikan dan mendukung perekonomian lokal," tandasnya.
Sementara itu, Pembina Mutu Pengolahan Perikanan Ahli Muda, Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul, Doni M. Irawan mengatakan tren konsumsi ikan di Bantul mengalami kenaikan dari tahun ke tahun seiring dengan gencarnya promisi dan gerakan gemar mengkonsumsi ikan. Ia mencatat tahun 2022 konsumsi ikan di Bantul mencapai 31,32 kg per kapita per tahun. Kemudian tahun 2023 meningkat menjadi 31,59 kg per kapita per tahun.
Tahun 2024, pihaknya menargetkan konsumsi ikan di Bantul mencapai 31,65 kg per kapita per tahun.“Setiap tahun kami ada target [meningkatkan konsumsi ikan], dalam dua tahun terakhir kami selalu melebihi target. Kami terus mengkampanyekan gemar makan ikan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Rusia memperingatkan NATO bahwa aktivitas militer di sekitar Kaliningrad meningkatkan risiko konflik bersenjata langsung.
Dinsos PPPA Kulonprogo menemukan pensiunan ASN menerima bansos. Penerima yang tidak layak diminta sadar dan dapat diganti sesuai kondisi.