Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Proses eksekusi APK melanggar aturan oleh Satpol PP Kota Jogja beberapa waktu lalu - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA–Satpol PP Kota Jogja terus melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) yang melanggar aturan sejak 23-25 Oktober lalu. Selain APK melanggar Perda, penertiban juga menyasar APK yang dinilai membahayakan masyarakat.
Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Jogja Dodi Kurnianto menjelaskan, selain APK yang melanggar aturan pihaknya juga mengangkut APK yang membahayakan pengguna jalan. Misalnya yang terpasang di tikungan-tikungan jalan.
BACA JUGA: APK Hasil Operasi Penindakan Boleh Dimanfaatkan Masyarakat
Kondisi ini berbahaya lantaran dapat menghalangi penglihatan pengendara jalan yang dikhawatirkan bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Dodi mengatakan APK yang membahayakan pengendara jalan itu ditemui di beberapa titik.
"Khususnya di jalan-jalan kampung," tutur Dodi.
Dia menambahkan proses eksekusi APK yang melanggar aturan selama tiga hari itu berjalan lancar. Eksekusi dilakukan usai mendapatkan rekomendasi dari Bawaslu Kota Jogja. Dia menyebut personel di lapangan pun tak menemui kendala yang berarti. Tak ada APK yang tak terjangkau ataupun yang sulit dilepas.
"Tidak mengalami kendala apa-apa, aman terkendali," ucapnya.
Sebelumnya, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Jogja Jantan Putra Bangsa mencatat setidaknya ada 547 APK melanggar aturan yang tersebar di 14 kemantren di Kota Jogja. Seluruhnya melanggar aturan pemasangan APK yang tertuang dalam Perwal Nomor 65 tahun 2024.
BACA JUGA: 525 APK Melanggar di Kota Jogja Dicopot Paksa, Diangkut ke Gudang KPU
Namun, Jantan menyebut ada beberapa APK yang ditertibkan secara mandiri oleh paslon sehingga menyisakan 525 APK yang diangkut paksa oleh Satpol PP. Jantan menjelaskan pelanggaran paling banyak adalah terkait dengan lokasi pemasangan APK.
"Kebanyakan dipasang di pohon, tiang listrik, hingga berdekatan dengan lampu APILL," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)
Malta menjadi negara pertama yang bekerja sama dengan OpenAI untuk membagikan ChatGPT Plus gratis kepada seluruh warganya selama setahun.