DPRD Gunungkidul Soroti Proyek Strategis yang Belum Jalan
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman saat melihat budidaya tanaman talas yang dikembangkan KWT Ngupoyo Boga di Kalurahan Sidoarum. Foto diambil Senin (29/10/2024)/Foto Istimewa Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngupoyo Boga di Kalurahan Sidoarum, Godean mengembangkan budidaya tanaman talas. Program yang dirancang oleh pemerintah Pusat ini diharapkan bisa memperkuat ketahanan pangan.
Ketua KWT Ngupoyo Boga, Zulidah mengatakan, budidaya tanaman talas sudah dimulai sejak pertenganah 2023. Adapun lokasi lahan yang dimanfaatkan seluas 300 meter persegi. “Budidaya tidak lepas adanya bantuan talas varietas pratama 1 asal Sumendang sebanyak 400 bibit,” kata Zulidah kepada wartawan, Selasa (29/10/2024).
BACA JUGA: Kapan Hujan Turun di Jogja? Begini BMKG Prediksi
Ia mengakui budidaya ini berjalan baik. Setelah masa pemeliharaan selama delapan bulan, sudah bisa dipanen dengan hasil panen perdana sebesar 150 kilogram. “Per kilonya laku Rp10.000,” ungkapnya.
Keberhasilan ini membuat anggota KWT lebih bersemangat untuk membudidayakan talas. Pada Februari 2024, petani membuat bibit untuk ditanam di lahan seluas 1.250 meter persegi.
Menurut Zulidah, tanaman tales sangat mudah dipelihara dikarenakan tidak butuh perawatan yang ribet. Pasalnya, yang terpenting ada ketersediaan air, sedangkan pemupukan dengan memanfaatkan pupuk kandang dari peternak dan saat pengolahan lahan hanya menggunakan dolomit untuk memperbaiki PH tanah.
“Tidak pakai pupuk kimia dan hasilnya juga bagus. Memang kami masih terus belajar, tapi kami memrediksi setiap umbinya bisa memanen talas seberat dua kilogram,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono menyambut baik adanya program budidaya talas yang dikembangkan oleh KWT Ngupoyo Boga.
Menurut dia, penanaman ini memiliki banyak manfaat karena talas kaya akan karbohidrat dan rendah gula sehingga bisa makanan pengganti beras. “Program pertama untuk keanekaragaman pangan selain beras. Ini harus dikembangkan karena sumber pangan yang lebih beragam,” katanya.
BACA JUGA: Serasa Dipanggang! Ini Penjelasan BMKG Terkait Peningkatan Suhu Panas Saat Ini
Adapun manfaat kedua, sambung Pram, budidaya talas juga mendukung program ketahanan pangan dari Pemerintah Pusat. Presiden Prabowo telah mencanangkan program swasembada pangan dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
“Tentunya kami mendukung karena program juga sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan di Masyarakat,” katanya.
Dia menambahkan, lokasi budidaya tidak hanya dilakukan di ladang. Namun, tanaman talas juga bisa tumbuh dengan subur di lokasi perkarangan di sekitar rumah.
“Jadi budidaya ini tidak hanya untuk menyulap lahan yang kurang produktif, tapi juga bisa bermanfaat dalam upaya meningkatkan pendapatan dalam keluarga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.