Wisata Edukasi Madukismo Bantul, Serunya Naik Lori Melihat Proses Produksi Gula
Wisata edukasi Madukismo mengajak pengunjung naik kereta lawas menyusuri pabrik dan melihat proses tebu hingga menjadi kristal gula.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi properti, khususnya di sektor pariwisata, seiring dengan pertumbuhan industri pariwisata di Jogja juga membuka peluang bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Berbagai modus penipuan properti, mulai dari mafia tanah, properti syariah bodong, hingga perumahan fiktif marak terjadi.
Anjelina, seorang investor asal Jakarta, menjadi salah satu korbannya. Ia mengaku tergiur dengan iming-iming keuntungan 70% yang ditawarkan oleh seorang developer di Jogja.
“Saya tertarik karena keuntungannya sangat besar. Namun, setelah vila selesai dibangun dan mulai beroperasi, keuntungan yang saya dapatkan jauh di bawah ekspektasi,” ujarnya, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (2/11/2024).
Selain itu, Agung, warga Pati juga berbagi pengalaman pahitnya. Ia tertipu setelah membeli kavling melalui sebuah aplikasi.
BACA JUGA: Apindo DIY Usul Subsidi Upah untuk Selamatkan Ekonomi
“Setelah melakukan pembayaran, saya tidak kunjung menerima sertifikat. Bahkan, beberapa waktu kemudian saya menemukan iklan yang sama dengan harga yang lebih tinggi. Saya merasa ditipu,” ungkap Agung.
Menanggapi hal tersebut, pengamat bisnis properti Muhammad Amin Abduloh atau Gus Min mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. "Promo-promo yang terlalu fantastis dan janji-janji manis dengan keuntungan besar harus diwaspadai. Lebih baik pilih properti dari developer dan operator yang sudah berpengalaman dan memiliki reputasi baik," ujarnya.
Gus Min melihat potensi besar dari konsep co-ownership atau kepemilikan bersama dalam bisnis vila. Konsep ini, menurutnya, menawarkan solusi investasi properti yang lebih terjangkau dan aman bagi masyarakat.
"Dengan co-ownership, investor dapat memiliki bagian dari sebuah vila mewah tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar. Selain itu, pengelolaan vila akan diserahkan kepada operator profesional sehingga investor tidak perlu repot mengurusnya," jelasnya.
Gusmin menekankan para investor untuk memilih properti yang jelas operatornya agar target sewanya di kemudian hari tidak meleset jauh.
Pada konsep Co-Owner nantinya kepemilikan investor diwakili dengan kepemilikan saham, sehingga investor tidak harus berat membeli satu vila untuk turut memiliki vila khas nan mewah yang dikembangkannya.
"Investor tidak perlu ragu karena dengan tingkat hunian Vila. Terlebih jika dioperasikan oleh operator manajemen yang sudah berpengalaman di dunia Hospitality Management,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata edukasi Madukismo mengajak pengunjung naik kereta lawas menyusuri pabrik dan melihat proses tebu hingga menjadi kristal gula.
10 rekomendasi mobil bekas untuk perempuan, dari Brio, Yaris, Jazz hingga Raize, dengan pilihan harga dan keunggulan masing-masing.
Piala Raja HB X 2026 dibuka di UGM. Tahun depan, ajang ini ditargetkan menghadirkan peserta luar negeri untuk meningkatkan persaingan.
Widow’s Bay memenangkan Serial Komedi Terbaik Emmy 2026 dan total meraih 14 piala setelah sebelumnya menang delapan kali di Creative Arts Emmys.
Tujuh tim masih sempurna di liga elite Eropa 2026/2027. Ada Barcelona, Arsenal, Man City, Inter, Roma, Dortmund, dan Freiburg.
iOS 27 resmi rilis. Cek daftar iPhone yang kebagian, fitur Siri AI, Apple Intelligence, cara instal, dan perbedaan dukungan tiap model.