Rusunawa Jogja Jadi Pilihan Keluarga Muda Berpenghasilan Rendah, Ini Tarifnya
Lebih dari 50% penghuni Rusunawa Jogja merupakan keluarga muda MBR. Tarif sewa mulai Rp215.000 per bulan.
Ilustrasi sampah./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul menemukan adanya dugaan aksi pembuangan sampah dari salah satu wilayah DIY ke Sedayu, Bantul beberapa waktu lalu. DLH Bantul melakukan upaya antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sebelumnya dalam laman Facebook DLH Bantul pada Sabtu (2/11/2024) tercantum hasil temuan DLH Bantul mengenai dugaan pembuangan sampah dari salah satu wilayah di DIY ke Sedayu, Bantul.
Dalam unggahan tersebut tercantum, dugaan pembuangan sampah dan penimbunan sampah dari salah satu wilayah di DIY ke bantaran Sungai Progo yang masuk wilayah Demangan, Argodadi, Sedayu beberapa hari lalu.
Dia menuturkan dugaan aktivitas tersebut telah didalami pihaknya. “DLH Bantul melakukan verifikasi lapangan pada Selasa [29/10/2024],” dikutip pada Sabtu (2/11/2024).
Dari situ, DLH Bantul mendapat informasi bahwa ada pembuangan dan penimbunan sampah sekitar 8 truk dengan masing-masing truk berkapasitas 3-4 ton setiap hari.
DLH Bantul juga mendapati ada alat berat berupa dua backhoe yang dikirim dari salah satu wilayah di DIY. Kegiatan pembuangan dan penimbunan sampah tersebut diduga berlangsung sekitar 2-3 minggu.
Dituliskan pula, berdasarkan keterangan pelaku di lapangan, sampah berasal dari depo sampah di salah satu daerah di DIY. Kemudian, sampah tersebut diangkut oleh truk milik warga setempat ke Sedayu.
Diketahui, sampah yang dibuang ke Sedayu dilakukan dengan menggali lahan milik warga dengan backhoe. Kemudian, sampah ditimbun dengan menggunakan truk. Diduga penimbunan sampah tersebut dilakukan oleh pihak ketiga.
Namun, pada Minggu (3/11/2024) unggahan tersebut dihapus dari laman Facebook DLH Bantul.
BACA JUGA: Sampah Liar Muncul di Lokasi Renovasi Pasar Terban Jogja
Sementara saat dikonfirmasi, Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho membenarkan kejadian tersebut. Hingga saat ini, kasus tersebut masih didalami oleh tim teknis DLH Bantul. Dia pun meminta agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. “Kami berharap pembuangan dan penimbunan sampah [ke wilayah Bantul] dapat segera dihentikan,” ujarnya.
Bambang menyampaikan pihaknya tengah merumuskan rencana kebijakan yang akan diambil untuk mengantisipasi pembuangan sampah serupa.
“Sedang kami rumuskan [upaya penjagaan untuk antisipasi pembuangan sampah liar]. Ini menyangkut banyak aspek, antara lain regulasi, aspek ekonomi, lingkungan, kebijakan dan budaya yang ada,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 50% penghuni Rusunawa Jogja merupakan keluarga muda MBR. Tarif sewa mulai Rp215.000 per bulan.
Karhutla di Bukit Stampol TNGR Lombok Utara menghanguskan 127 hektare lahan. BNPB memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga terdampak.
Pakar geologi Daryono menjelaskan daratan baru di sekitar Anak Krakatau bukan gunung api baru, melainkan akumulasi material vulkanik.
Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 dimulai di Indonesia Jumat 25 September. Timnas Indonesia menghadapi Singapura pukul 20.00 WIB di SUGBK.
DPR mendorong KAI mempercepat impor KRL bekas di tengah keterbatasan produksi INKA dan proyeksi penumpang Jabodetabek 480 juta pada 2031.
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.