Lansia di Jogja Jadi Tantangan Penerapan Identitas Digital
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Ilustrasi sampah./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul menemukan adanya dugaan aksi pembuangan sampah dari salah satu wilayah DIY ke Sedayu, Bantul beberapa waktu lalu. DLH Bantul melakukan upaya antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sebelumnya dalam laman Facebook DLH Bantul pada Sabtu (2/11/2024) tercantum hasil temuan DLH Bantul mengenai dugaan pembuangan sampah dari salah satu wilayah di DIY ke Sedayu, Bantul.
Dalam unggahan tersebut tercantum, dugaan pembuangan sampah dan penimbunan sampah dari salah satu wilayah di DIY ke bantaran Sungai Progo yang masuk wilayah Demangan, Argodadi, Sedayu beberapa hari lalu.
Dia menuturkan dugaan aktivitas tersebut telah didalami pihaknya. “DLH Bantul melakukan verifikasi lapangan pada Selasa [29/10/2024],” dikutip pada Sabtu (2/11/2024).
Dari situ, DLH Bantul mendapat informasi bahwa ada pembuangan dan penimbunan sampah sekitar 8 truk dengan masing-masing truk berkapasitas 3-4 ton setiap hari.
DLH Bantul juga mendapati ada alat berat berupa dua backhoe yang dikirim dari salah satu wilayah di DIY. Kegiatan pembuangan dan penimbunan sampah tersebut diduga berlangsung sekitar 2-3 minggu.
Dituliskan pula, berdasarkan keterangan pelaku di lapangan, sampah berasal dari depo sampah di salah satu daerah di DIY. Kemudian, sampah tersebut diangkut oleh truk milik warga setempat ke Sedayu.
Diketahui, sampah yang dibuang ke Sedayu dilakukan dengan menggali lahan milik warga dengan backhoe. Kemudian, sampah ditimbun dengan menggunakan truk. Diduga penimbunan sampah tersebut dilakukan oleh pihak ketiga.
Namun, pada Minggu (3/11/2024) unggahan tersebut dihapus dari laman Facebook DLH Bantul.
BACA JUGA: Sampah Liar Muncul di Lokasi Renovasi Pasar Terban Jogja
Sementara saat dikonfirmasi, Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho membenarkan kejadian tersebut. Hingga saat ini, kasus tersebut masih didalami oleh tim teknis DLH Bantul. Dia pun meminta agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. “Kami berharap pembuangan dan penimbunan sampah [ke wilayah Bantul] dapat segera dihentikan,” ujarnya.
Bambang menyampaikan pihaknya tengah merumuskan rencana kebijakan yang akan diambil untuk mengantisipasi pembuangan sampah serupa.
“Sedang kami rumuskan [upaya penjagaan untuk antisipasi pembuangan sampah liar]. Ini menyangkut banyak aspek, antara lain regulasi, aspek ekonomi, lingkungan, kebijakan dan budaya yang ada,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.